SUKAPURA – Pelatihan Petugas Lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo resmi ditutup pada Jum’at (12/6/2026) di Hotel Nadia Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura. Penutupan dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto didampingi Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti.
Kegiatan penutupan berlangsung secara hybrid. Peserta yang berada di Training Center (TC) Hotel Nadia Kecamatan Sukapura mengikuti secara langsung. Sementara peserta dari lima TC lainnya mengikuti secara virtual.
Secara keseluruhan, pelatihan petugas lapangan SE2026 diikuti oleh 1.304 peserta yang tersebar di enam Training Center (TC) dan terbagi dalam empat gelombang. Untuk gelombang IV, pelatihan diikuti 381 peserta yang terbagi dalam 15 kelas, meliputi TC Hotel Nadia sebanyak 2 kelas, TC Kampoeng Kita Hotel 3 kelas, TC Hotel Tampiarto 3 kelas, TC Hotel Bromo View 3 kelas, TC Grand Whiz Hotel 3 kelas dan TC Hotel Bremi 1 kelas.
Selama pelatihan mereka dipandu oleh fasilitator yang merupakan Instruktur Daerah (Inda) dari BPS Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam Tim Inda Sensus Ekonomi 2026. Terdapat 17 orang Inda SE2026 yang mengajar di 51 kelas yang terbagi dalam 4 gelombang. Mereka menyampaikan materi meliputi penjelasan umum pelaksanaan SE2026, Metodologi, Manajemen dan Lapangan SE2026, tata cara pengisian kuesioner, penggunaan fasih mobile dan CAWI serta pemeriksaan, kasus batas dan penegasan.

Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti menyampaikan pelatihan petugas pendataan merupakan tahapan penting dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. “Melalui pelatihan ini BPS berupaya menyiapkan petugas yang kompeten dan memahami seluruh mekanisme pendataan agar data yang dihasilkan akurat dan berkualitas,” ungkapnya.
Menurut Lilik, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum strategis untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi dan potensi ekonomi daerah, mulai dari usaha mikro hingga usaha besar yang menjadi penggerak perekonomian Kabupaten Probolinggo.
“Melalui Sensus Ekonomi 2026, kami ingin menghadirkan data dasar yang lengkap dan berkualitas mengenai seluruh kegiatan ekonomi. Data tersebut akan menjadi landasan yang kuat bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, mendorong investasi, memperkuat daya saing usaha serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Lilik menjelaskan pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terhadap standar operasional pendataan, metodologi, konsep dan definisi serta penggunaan aplikasi pendukung yang akan digunakan selama kegiatan lapangan.
“Pelatihan ini kami selenggarakan untuk memastikan seluruh petugas memahami SOP pendataan, menguasai manajemen CAPI dan FASIH Mobile serta memiliki kemampuan yang memadai dalam menjalankan tugas di lapangan. Harapannya tersedia petugas pendataan yang handal untuk mendukung keberhasilan SE2026,” lanjutnya.
Ia menambahkan keberhasilan Sensus Ekonomi sangat ditentukan oleh kualitas petugas di lapangan. Karena itu seluruh peserta diharapkan mampu melaksanakan pendataan secara profesional, objektif dan bertanggung jawab.
“Keberhasilan sensus sangat bergantung pada kualitas kerja petugas lapangan. Kami berharap seluruh peserta dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas sehingga menghasilkan data ekonomi yang akurat bagi Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menegaskan pentingnya pelatihan bagi petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 untuk menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kualitas data yang diperoleh sangat bergantung pada kemampuan dan pemahaman petugas dalam melaksanakan tugas di lapangan,” katanya.
Sekda Ugas menjelaskan pelatihan yang diberikan selama beberapa hari merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan seluruh petugas bekerja sesuai standar yang telah ditetapkan oleh BPS. Dengan demikian, data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat dan pelaku usaha.
“Kenapa harus mengikuti pelatihan secara serius? Karena ada standar yang harus dipenuhi. Data yang baik hanya bisa dihasilkan oleh petugas yang memahami tugasnya dan memiliki kompetensi yang memadai. Tujuan akhirnya adalah menghasilkan data yang paling akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Menurut Sekda Ugas, tantangan petugas sensus saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Selain harus menguasai aplikasi digital yang digunakan dalam pendataan, petugas juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi dan pendekatan yang baik kepada responden agar bersedia memberikan informasi yang benar.
“Di lapangan tidak cukup hanya mengajukan pertanyaan. Petugas harus memiliki seni dalam berkomunikasi, membangun kepercayaan dan meyakinkan responden agar terbuka menyampaikan kondisi usahanya secara jujur. Di situlah peran penting petugas sensus,” terangnya.
Lebih lanjut Sekda Ugas menekankan data ekonomi yang akurat akan membantu pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, terutama di tengah tuntutan efisiensi anggaran yang semakin besar.
“Setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan harus memberikan manfaat yang maksimal. Karena itu, data hasil sensus harus benar-benar berkualitas agar menjadi dasar kebijakan yang tepat, mulai dari program pemberdayaan ekonomi hingga penentuan sasaran bantuan dan pembangunan daerah,” tegasnya.

Sekda Ugas berharap seluruh petugas lapangan dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme sehingga hasil Sensus Ekonomi 2026 mampu memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi ekonomi masyarakat Kabupaten Probolinggo.
“Pemerintah sudah memberikan dukungan anggaran dan fasilitas untuk pelaksanaan sensus ini. Harapan kami, meskipun tidak mungkin mencapai 100 persen sempurna, hasil pendataan dapat mendekati kondisi sebenarnya sehingga menjadi landasan yang kuat bagi perencanaan pembangunan ke depan,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
