Depan > Kemasyarakatan > Pelatihan IKM Roti Cetak Santri Jadi Wirausaha Handal

Pelatihan IKM Roti Cetak Santri Jadi Wirausaha Handal

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Bimbingan teknis (bimtek) wirausaha baru IKM pangan berupa pelatihan roti berbasis pondok pesantren bagi santri Pondok Pesantren Syubbanul Muslimin di Desa Kalikajar Kulon Kecamatan Paiton resmi berakhir Minggu (21/11/2021).

Pelatihan IKM roti yang digelar oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo ini ditutup secara resmi oleh Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mohammad Natsir.

Penutupan yang ditandai dengan pelepasan tanda peserta dan penyerahan sertifikat pelatihan secara simbolis ini dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Syubbanul Muslimin KH. Chafidzul Hakim Noer, Barnas selaku perwakilan dari Kemenperin RI, para instruktur serta ustadz di Pondok Pesantren Syubbanul Muslimin.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mohammad Natsir bersama Pengasuh Pondok Pesantren Syubbanul Muslimin KH. Chafidzul Hakim Noer, instruktur dan perwakilan santri melihat-lihat dari dekat hasil pelatihan IKM Roti dengan labeling Syubban Bakery tersebut.

“Ini merupakan pelatihan IKM roti dari Kementerian Perindustrian RI bagi santri Pondok Pesantren Syubbanul Muslimin agar bisa menjadi wirausaha yang handal,” kata Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mohammad Natsir.

Natsir menyampaikan bahwa hasil yang dicapai sudah sangat bagus dan jika boleh memberikan nilai hampir 100%. Nantinya Disperindag akan memberikan fasilitasi untuk proses selanjutnya. Mulai dari pemasaran, perijinan, sertifikasi halal dan pemasarannya.

“Semua kita fasilitasi sampai betul-betul mereka bisa keluar. Namun sementara ini targetnya ke dalam dulu untuk memenuhi kebutuhan pondok pesantren. Santrinya disini sekitar 2.700 orang. Kalau ini bersama keluarganya jumlahnya bisa lebih dari 10.000. Itu sudah potensi untuk pasar lokal dulu yang bisa kembangkan bagi pasar luarnya. Untuk pasar luar ini harus disiapkan dulu semua propertynya mulai dari sertifikasi halal, perijian, kesehatan dan segala macamnya,” jelanya.

Melalui pelatihan ini Natsir mengharapkan santri tidak hanya ke dalam saja tetapi juga bisa keluar. Artinya, ilmu-ilmu untuk ekonomi harus dikuasai karena kekuatannya harus diproduksi dan di pasar. Sedangkan ilmu-ilmu agama merupakan pendukung dalam rangka untuk jujur, berjualan sesuai takaran dan segala macam.

“Harapan saya santri-santri yang sudah kita latih ini bisa menularkan kepada teman-temannya yang lainnya. Memang peralatannya sangat mahal dan bagus sekali yang dari Kementerian Perindustrian. Alangkah baiknya ini dikembangkan workshop dan dicoba oleh santri-santri lain yang masih belum dapat pelatihan menggunakan peralatan-peralatan tradisional. Tetapi kalau untuk keluar harus menggunakan peralatan modern,” pungkasnya.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Syubbanul Muslimin KH. Chafidzul Hakim Noer menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan dan bantuan yang diberikan oleh Kemenperin dan Pemkab Probolinggo kepada para santri, alumni dan pengurus Pondok Pesantren Syubbanul Muslimin.

“Ini sejalan dengan program kami dalam upaya mengembangkan kemandirian santri. Nantinya kita akan membuat sebuah gedung khusus untuk tempat pemasaran roti Syubban Bakery,” ujarnya.

Pimpinan Majelis Syubbanul Muslimin ini menegaskan pelatihan IKM roti ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat bermanfaat bagi pesantren dan mampu memberdayakan masyarakat sekitar. “Yang paling penting apa yang sudah diajarkan oleh instruktur bisa bermanfaat bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga orang lain,” pungkasnya. (wan)