PROBOLINGGO – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo dalam agenda bertajuk “Sinergi Pergerakan: Kolaborasi PMII dan Dinas Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Penanggulangan Masalah Kesejahteraan Sosial”, Senin (19/1/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Dinsos Kabupaten Probolinggo tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinsos Kabupaten Probolinggo Siti Mariam dan membahas sejumlah isu strategis kesejahteraan sosial yang masih menjadi tantangan di daerah.
Sekretaris Dinsos Kabupaten Probolinggo Siti Mariam menyambut baik inisiatif PMII sebagai organisasi kepemudaan yang aktif dan memiliki jaringan kader hingga tingkat akar rumput. Keterbatasan sumber daya pemerintah memerlukan dukungan mitra strategis agar penanganan masalah sosial dapat berjalan lebih efektif.
“Permasalahan kesejahteraan sosial di Kabupaten Probolinggo sangat kompleks, mulai dari akurasi data DTKS, anak jalanan, pernikahan dini hingga penanganan disabilitas dan lansia terlantar. Kami sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan PMII sebagai mitra yang memiliki kepedulian dan kekuatan relawan di lapangan,” ujarnya.
Mariam, menyoroti persoalan akurasi dan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang hingga kini masih menjadi tantangan besar dalam penyaluran bantuan sosial. Kesalahan sasaran, baik error inclusion maupun error exclusion memerlukan peran masyarakat dan relawan untuk membantu proses verifikasi di lapangan.
“Kami berharap program seperti Lapor Sahabat dapat menjadi kanal partisipatif masyarakat untuk melaporkan ketidaktepatan data. Dengan dukungan PMII, verifikasi dan validasi data bisa lebih cepat dan akurat,” jelasnya.

Selain itu, Mariam juga menekankan pentingnya upaya pencegahan terhadap masalah sosial jangka panjang seperti pernikahan dini yang berdampak pada kemiskinan baru dan stunting.
“Edukasi preventif kepada masyarakat desa sangat dibutuhkan. PMII melalui program seperti SATGAS NONIMUD dan Rumah Belajar Pergerakan bisa menjadi mitra strategis Dinsos dalam penguatan ketahanan keluarga dan perlindungan anak,” tambahnya.
Terkait penanganan disabilitas dan lansia terlantar, Mariam mengakui keterbatasan personel Dinsos dalam menjangkau seluruh wilayah. Oleh karena itu, program PMII Menyapa Lansia dinilai relevan untuk membantu pengurusan administrasi kependudukan agar para lansia memperoleh hak jaminan sosialnya.
“Kami mengapresiasi tawaran pendampingan yang disampaikan PMII. Sinergi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan sosial, khususnya bagi kelompok rentan yang sulit mengakses pelayanan pemerintah,” terangnya.
Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa draft kerja sama antara PMII dan Dinsos Kabupaten Probolinggo akan segera disusun dan dikonsultasikan sebagai dasar kolaborasi berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan sosial masyarakat Kabupaten Probolinggo. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
