Depan > Informasi Layak Anak > Oriska YTL Gelar Seminar dan Diskusi Interaktif Kesehatan Ibu dan Anak

Oriska YTL Gelar Seminar dan Diskusi Interaktif Kesehatan Ibu dan Anak

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Oriska YTL menggelar seminar dan diskusi interaktif kesehatan ibu dan anak dengan tema “Imunisasi Juga Hak Asasi Anak Untuk Sehat” di Video Room OHC Community Center PT YTL-Jawa Power, Minggu (25/9/2022) siang.

Kegiatan yang diikuti oleh 60 orang peserta dari anggota Oriska YTL ini dibuka secara virtual oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari dr Muhammad Reza, M.Biomed, Sp.A (K) dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan dengan moderator drg. Kyagus Badius Sani, M.H.CMC.

Ketua Oriska YTL Yeni M. Subagiyo mengungkapkan kegiatan ini bertujuan supaya ibu-ibu anggota Oriska YTL bisa mengerti apa saja imunisasi dan hak asasi anak untuk sehat. “Yang pasti supaya anak-anak dari keluarga yang ada di YTL, khususnya anggota Oriska bisa terpenuhi semua imunisasinya supaya sehat, terjamin kesehatannya dan meningkatkan kesejahteraan kesehatan keluarga anggota Oriska,” ujarnya.

Menurut Yeni, kalau anak sakit otomatis yang bingung pasti orang tuanya. Tetapi dengan adanya seminar ini diharapkan supaya semua anggota Oriska mengerti dan memahami bagaimana anak mendapatkan imunisasi dan supaya mencegah dari angka kesakitan anak dan timbulnya sakit anak.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Oriska YTL dalam memahami semua imunisasi dan hak asasi anak untuk sehat,” harapnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar dan diskusi interaktif kesehatan ibu dan anak yang digelar oleh Oriska YTL. Hal ini sejalan dengan program dari pemerintah yang sedang melakukan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) berupa imunisasi MR (Measles dan Rubella).

“Sebenarnya program imunisasi dari pemerintah banyak sekali. Dulu ada imunisasi yang menghilangkan penyakit cacar dari muka bumi. Sekarang sudah banyak imunisasi yang jumlahnya ada sekitar 10 lebih,” katanya.

Menurut Shodiq, imunisasi pada prinsipnya adalah memberikan kekebalan pada tubuh. Oleh karena itu, ke depan pemerintah akan menambah terus jumlah imunisasi. Selain untuk menerima kekebalan secara individu, imunisasi ini juga untuk membangun kekebalan suatu kelompok atau herd immunity.

“Hal ini penting karena dengan adanya herd immunity nanti bisa mengeliminasi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Jadi sangat luar biasa sekali peran dari imunisasi,” jelasnya.

Shodiq menerangkan kondisi capaian imunisasi di Kabupaten Probolinggo masih belum maksimal. Terlebih saat pandemi Covid-19, harusnya balita dapat imunisasi dasar lengkap tetapi kemarin belum dapat imunisasi dasar lengkap.

“Kemudian ada BIAN dengan dua program kejar. Bagaimana menyelesaikan imunisasi balita yang belum menerima imunisasi dasar lengkap bisa kita lengkapi. Kemudian BIAN berupa imunisasi MR,” pungkasnya. (wan)