Saturday, September 18, 2021
Depan > Pendidikan > Mulai Lakukan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Mulai Lakukan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di beberapa lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo mulai Senin (29/3/2021).

Uji coba pembelajaran tatap muka ini dilakukan pada 121 lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo dengan rincian 72 lembaga SD dan 49 lembaga SMP. Meskipun demikian, jumlah peserta didik yang masuk hanya 30% dari total satu rombongan belajar (rombel).

“Berdasarkan hasil monitoring, evaluasi dan kunjungan tentang pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka ini, Alhamdulillah protokol kesehatan sudah dilaksanakan dengan baik. Semuanya tertib mulai dari penggunaan masker, cuci tangan sampai jaga jarak. Karena memang peserta didik itu hanya masuk 30% dari total satu rombelnya,” kata Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi.

Menurut Rozi, ada beberapa pertimbangan utama lembaga yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Pertama, zonanya sudah harus zona hijau, zona kuning juga memungkinkan karena sesuai dengan keputusan 4 menteri boleh untuk dilakukan pembelajaran tatap muka.

“Kedua yang tidak kalah pentingnya adalah kesiapan sekolah mulai dari ketersediaan sanitasi, sarana mencuci tangan, toilet yang bersih serta akses ke tempat pusat kegiatan belajar mudah. Disamping itu, namanya uji coba tidak mungkin semua lembaga,” jelasnya.

Rozi menerangkan untuk targetnya satu hingga dua minggu ke depan uji coba pembelajaran tatap muka akan dievaluasi. Untuk pembukaan semua lembaga masih belum ada rencana karena sebentar lagi juga akan masuk ke bulan suci Ramadhan.

“Tetapi nantinya kalau hasil evaluasinya bagus, maka akan dinaikan kapasitasnya dari 30% menjadi 50% dari total peserta didik dalam satu rombelnya. Nanti akan banyak hal yang harus kita pertimbangkan dan tidak serta merta kita langsung membuka. Tetapi pada prinsipnya pada kesiapan sekolah yang prioritas utama tetap kesehatan dan keselamatan peserta didik,” terangnya.

Lebih lanjut Rozi menegaskan sudah ada kebijakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia bahwa rencananya pada bulan Juli 2021 nanti, tepatnya tahun pelajaran baru akan mulai dilakukan pembelajaran tatap muka secara serentak, tetapi tetap dengan protokol kesehatan dan kapasitasnya tidak 100% dari total peserta didik dalam satu rombelnya.

“Harapan kami masyarakat memahami bahwa sebenarnya pembelajaran daring dan luring di rumah maupun di sekolah itu menjadi opsi utama yang kepentingannya adalah untuk keselamatan peserta didik. Namun begitu kita paham bahwa daring itu tentu juga banyak keterbatasan. Oleh karena itu, ketika masyarakat itu tertib, patuh dan disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan, maka itu akan mempercepat proses dibukanya kembali pembelajaran tatap muka secara serentak di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)