Depan > Kemasyarakatan > Mulai Berlakukan Ceck Point COVID-19

Mulai Berlakukan Ceck Point COVID-19

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19), Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE sudah memerintahkan semua Camat yang ada di Kabupaten Probolinggo untuk menerapkan ceck point (titik pemeriksaan) COVID-19 di semua desa di Kabupaten Probolinggo. Saat ini, ceck point ini sudah dilakukan di beberapa desa dengan cara memeriksa kesehatan semua orang yang melintas.

Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto. Menurutnya, dengan ceck point COVID-19 ini Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE ingin mengecek orang-orang yang pulang ke Kabupaten Probolinggo.

“Seperti buruh migran, santri pondok pesantren dan lain sebagainya. Semua orang yang lewat dan datang di Kabupaten Probolinggo kita cek kesehatannya. Nanti hasil pengecekan ini langsung dilaporkan kepada puskesmas untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Anang menjelaskan ceck point COVID-19 ini merupakan salah satu upaya untuk menghimbau agar orang-orang yang lewat tidak berlama-lama di Kabupaten Probolinggo. Hal ini dilakukan supaya bisa mengurangi resiko kontak. Nanti orang lewat akan ditanyakan mau kemana, lewat dimana dan dihimbau tidak mampir-mampir.

“Kalau warga Kabupaten Probolinggo mungkin baru datang dari Bali, Surabaya dan Malang atau epicentrum lainnya karena selesai pekerjaannya itu akan kita monitor sehat apa tidak. Kalau sehat ya sudah, tetapi kalau tidak sehat maka akan diobati terus kemudian nanti di follow up oleh puskesmas,” terangnya.

Dengan adanya ceck point ini jelas Anang, nantinya kalau ada pendatang-pendatang baru masuk akan diarahkan ke fasilitas-fasilitas kesehatan untuk ditindaklanjuti apakah didampingi. “Sebenarnya ceck point ini untuk mengecek orang-orang yang baru datang,” tegasnya.

Menurut Anang, ceck point itu untuk mendidik masyarakat supaya tidak keluar rumah. Mengingatkan masyarakat supaya tidak beraktivitas di luar, manakala memang tidak perlu betul. “Tetapi kalau perlu betul ya silahkan, misalnya untuk membeli bahan pokok, obat dan lainnya. Namun kalau tidak ada yang perlu diharapkan masyarakat itu tinggal di rumah saja,” pungkasnya. (wan)