Monday, September 20, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Mobilitas Tinggi Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19

Mobilitas Tinggi Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Beberapa minggu terakhir ini di Kabupaten Probolinggo semakin banyak ditemukan penderita terkonfirmasi positif COVID-19. Hal ini disebabkan karena di era kebiasaan baru ini mobilitas masyarakat sudah cukup tinggi, sehingga meningkatkan risiko penularan dan persoalan ini akan menimbulkan efek domino yang terus menerus.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica, Jum’at (4/9/2020) malam. “Tetapi jika dilihat dari sisi epidemiologi, peningkatan kasus ini belum tentu kemudian diartikan bahwa keadaan semakin buruk dan perjuangan kita melawan pandemi ini gagal, tapi kita juga harus melihat bahwa penambahan jumlah kasus COVID-19 tersebut karena apa,” katanya.

Menurut Dewi, peningkatan angka kasus COVID-19 di Kabupaten Probolinggo ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah adanya peningkatan pemeriksaan PCR sebagai tindak lanjut banyak ditemukannya kontak erat penderita positif sebagai hasil dari tracing yang dilakukan.

“Hal ini sejalan dengan kegiatan-kegiatan pokok Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo yang ditetapkan oleh Ibu Bupati bersama tim ahli dan beberapa bidang dalam Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Dimana salah satunya adalah meningkatkan kegiatan Penyelidikan Epidemiologi yang memuat kegiatan tracing and testing serta penganalisaan data COVID-19, sehingga harapan Satgas dengan semakin cepat ditemukan kasusnya, maka akan semakin memperpendek rantai penyebaran virusnya. “Selain itu, masih kurangnya pemahaman dan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo sesuai arahan Bupati Probolinggo untuk mempercepat penanganan COVID-19 di Kabupaten Probolinggo selain peningkatan tracing and testing tersebut.

“Kami juga melakukan sosialisasi secara massif tidak hanya tentang kepatuhan menjalankan protokol kesehatan tetapi sosialisasi tersebut akan dikemas dengan cara-cara yang membuat masyarakat memahami dan mau ikut bersama-sama dalam upaya mencegah serta menjaga diri dan keluarganya dari penularan COVID-19,” tegasnya.

Termasuk juga mengikutsertakan peran aktif masyarakat, yaitu dengan mengaktifkan kembali pembentukan Satgas COVID-19 kecamatan-desa, dibentuknya Patriot Sehat/Laskar Waras di instansi, perusahaan, lembaga pendidikan, pasar sampai diberlakukannya sanksi atas pelanggaran protokol kesehatan. “Selain itu juga perlu adanya kecepatan analisa data dari pelaporan kasus yang dilakukan secara berkesinambungan,” pungkasnya. (wan)