MARON – Komitmen membangun budaya peduli lingkungan di dunia pendidikan terus diperkuat MIN 2 Probolinggo. Madrasah ini menerima kunjungan studi tiru Tim Adiwiyata SDN Klenang Kidul I yang merupakan sekolah imbas Adiwiyata, Kamis (6/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembinaan Program Adiwiyata sekaligus sarana berbagi praktik baik (best practice) dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Adiwiyata SDN Klenang Kidul I memperoleh pendampingan mengenai berbagai program yang telah diterapkan MIN 2 Probolinggo, mulai dari pengelolaan sampah berbasis pemilahan, penghijauan lingkungan sekolah, konservasi air dan energi, pemanfaatan apotek hidup hingga pengintegrasian pendidikan lingkungan dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah.
Suasana kunjungan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tidak hanya berdiskusi mengenai konsep Adiwiyata, tetapi juga melihat langsung implementasi berbagai program lingkungan yang telah dijalankan MIN 2 Probolinggo sebagai sekolah rujukan.

Kepala MIN 2 Probolinggo Sumiati menyambut baik kunjungan tersebut. Program Adiwiyata tidak hanya berorientasi pada penataan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak dini.
“Program Adiwiyata bukan sekadar menciptakan sekolah yang bersih dan hijau, tetapi bagaimana membangun kebiasaan serta karakter warga sekolah agar peduli terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dengan sekolah-sekolah imbas,” ujarnya.
Sumiati menjelaskan, keberhasilan Program Adiwiyata hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik hingga dukungan orang tua dan masyarakat.
“Keberhasilan Adiwiyata tidak bisa diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan komitmen bersama agar budaya menjaga lingkungan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di sekolah maupun di rumah. Dengan begitu, pendidikan karakter lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan,” terangnya.

Menurut Sumiati, kegiatan studi tiru seperti ini menjadi media yang efektif untuk saling bertukar pengalaman sekaligus memperkuat jejaring antar sekolah dalam mengembangkan inovasi pendidikan berbasis lingkungan.
“Kami berharap apa yang telah dilakukan MIN 2 Probolinggo dapat menjadi inspirasi bagi SDN Klenang Kidul I maupun sekolah lainnya. Semoga kolaborasi ini semakin memperkuat komitmen bersama dalam melahirkan generasi yang berkarakter, peduli lingkungan dan bertanggung jawab terhadap kelestarian alam,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
