KRAKSAAN – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS SMP Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Universitas Jember (Unej) untuk memperkuat kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan deep learning dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui workshop implementasi deep learning pada mata pelajaran IPS sekaligus sosialisasi Program Studi S2 Pendidikan IPS Universitas Jember di Aula Ki Hajar Dewantara Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang diikuti anggota MGMP IPS SMP Kabupaten Probolinggo ini dihadiri Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati serta sejumlah akademisi Universitas Jember, di antaranya Kaprodi PIPS Unej Dr. Sukidin, Sekretaris Kombi S2 Unej Dr. Riyanto Efendi dan dosen Magister PIPS Unej Dr. Retna Ngesti Sedyati.
Workshop diarahkan untuk membantu guru memahami penerapan pembelajaran deep learning dalam mata pelajaran IPS. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong proses pembelajaran yang lebih mendalam, menarik, menyenangkan, sekaligus variatif bagi peserta didik.
Selain workshop, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan program pendidikan pascasarjana Universitas Jember, khususnya Program Studi S2 Pendidikan IPS. Sosialisasi ini menjadi salah satu upaya mendorong guru untuk meningkatkan kualifikasi akademiknya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati mengatakan peningkatan kapasitas guru menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan siswa.
“Harapannya dengan diadakannya workshop untuk pembelajaran deep learning untuk mata pelajaran IPS, guru-guru lebih siap dalam mengajar dan memberikan berbagai rangkaian pembelajaran yang menarik, menyenangkan bagi siswa kita dan variatif, tentunya lebih mendalam lagi dalam memberikan materi atau konten yang berkaitan dengan pembelajaran IPS,” ujarnya.
Menurut Like, guru IPS perlu terus mengembangkan kemampuan agar materi yang disampaikan tidak berhenti pada pemahaman dasar, tetapi dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa. Masih terdapat guru yang memiliki kualifikasi pendidikan S1 sehingga kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang pasca sarjana perlu terus didorong.
“Untuk sosialisasi terkait dengan program pasca sarjana yang ada di Unej, kami berharap guru-guru kita yang masih mempunyai ijazah S1 untuk tetap semangat. Kita support dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo agar kita bisa terus mengembangkan kompetensi diri berupa mengikuti pembelajaran di pasca sarjana,” jelasnya.
Ia menilai peningkatan kualifikasi akademik sekaligus pengembangan kompetensi akan memberikan dampak terhadap kapasitas profesional guru. Karena itu, guru didorong untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal sebelumnya.
“Dengan konsep long life education, bahwasannya belajar sepanjang hayat, tidak ada kata menyerah, tidak ada kata malas untuk selalu belajar, belajar dan belajar,” tegasnya.

Kolaborasi MGMP IPS SMP Kabupaten Probolinggo dengan Universitas Jember tersebut diharapkan dapat memberikan dua manfaat sekaligus. Guru memperoleh penguatan dalam menerapkan pembelajaran yang lebih mendalam di kelas. Sementara kesempatan studi lanjut dapat menjadi ruang bagi guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademiknya.
“Dengan penguatan kapasitas tersebut, pembelajaran IPS diharapkan semakin relevan, variatif dan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
