Tuesday, October 19, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Masjid Agung Ar-Raudlah Tiadakan Sholat Jum’at, Sholat Tarawih dan Tadarus

Masjid Agung Ar-Raudlah Tiadakan Sholat Jum’at, Sholat Tarawih dan Tadarus

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Selama bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah/2020 Masehi, Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo meniadakan pelaksanaan kegiatan ibadah sholat Jum’at, sholat tarawih, tadarus, buka bersama dan lain-lain sebagai upaya mencegah penyebaran

Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Takmir Masjid Agung Ar Raudlah Kota Kraksaan Nomor : 63/S1/TMAA/IV/2020 Tanggal 23 April 2020 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Ibadah di Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan. SK tersebut ditanda tangani oleh Ketua Yayasan Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan H. Muhammad Zubaidi serta Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah KH. Sakdullah Asy’ari (Ketua) dan H. Moh. Nurul Yaqin (Sekretaris).

Peniadaan pelaksanaan kegiatan ibadah selama bulan Ramadhan 1441 Hijriyah di Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan ini dilakukan untuk menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama RI Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah di tengah Pandemi Wabah COVID-19, Tausiyah Dewan Pimpinan MUI Menyambut Ramadhan Dalam Situasi COVID-19 dan Surat Edaran Bupati Probolinggo Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah di tengah Pandemi Wabah COVID-19.

Selain itu, Maklumat Kapolri Tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (COVID-19), Surat Keputusan PWNU Jawa Timur Tentang Panduan Praktis Sholat Jum’at di tengah Pandemi COVID-19 dan Rapat Koordinasi Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan Tentang Pelaksanaan Kegiatan Ibadah di Tengah Pandemi Wabah COVID-19 di Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan.

Ketua Yayasan Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan H. Muhammad Zubaidi mengatakan Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan ini banyak dijadikan acuan masjid di Kabupaten Probolinggo, bahkan masjid di pantura akan mengikutinya. “Padahal disisi lain, di sepanjang pantura ada kecamatan yang masuk zona merah seperti Kraksaan, Paiton dan Tongas,” katanya.

Menurut Zubaidi, peniadaan pelaksanaan kegiatan ibadah di Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan ini dilakukan dengan tujuan untuk menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Probolinggo sebagaimana Surat An-Nisa’ ayat 59 yang mengharuskan umat manusia untuk taat kepada Allah SWT, taat kepada Rasulullah SAW dan taat kepada ulil amri (pemimpin).

“Peniadaan pelaksanaan kegiatan ibadah selama bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah ini dilakukan sebagai upaya untuk menghindari kerumunan orang demi mencegah semakin mewabahnya COVID-19,” tegasnya.

Meskipun demikian terang Zubaidi, selama bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah, Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan tetap akan mengumandangkan adzan, sholat rowatib 5 waktu dan pembacaan ayat suci Al Qur’an menjelang waktu berbuka.

“Kami berharap jamaah dan masyarakat bisa memahami kebijakan peniadaan sholat Jum’at, sholat tarawih berjamaah, tadarus dan memperbanyak doa agar pandemi COVID-19 ini segera berakhir,” harapnya.

Zubaidi menambahkan surat keputusan ini bersifat sementara dan bisa dianulir apabila keadaan sudah aman dari pandemi COVID-19. “Ikhtiar ini dilakukan dengan berat hati demi kemaslahatan kesehatan kemanusiaan yang lebih besar walaupun ada yang pro dan kontra memahami dan melaksanakan keputusan ini,” pungkasnya. (wan)