Wednesday, June 16, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Masifkan KRPL dan Karang Kitri sebagai Benteng Dampak Resesi Ekonomi

Masifkan KRPL dan Karang Kitri sebagai Benteng Dampak Resesi Ekonomi

Reporter : Hendra Trisianto
KREJENGAN – Keterpurukan ekonomi (resesi ekonomi) pada negara-negara di dunia merupakan dampak yang begitu terasa dengan mewabahnya virus corona selama ini. Jika kondisi ini terus berlangsung maka tidak menutup kemungkinan negara Indonesia pun akan mengalaminya.

Indikator awal terjadinya resesi ekonomi diantaranya ialah berkurangnya produksi, melemahnya pendapatan, fluktuasi harga barang serta meningkatnya angka pengangguran. Dan saat ini beberapa indikator tersebut mulai terasa di daerah.

Untuk mengurangi imbas dan dampak resesi ekonomi bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melakukan gerak cepat dengan memasifkan gerakan optimalisasi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Desa serta pemanfaatan maksimal pekarangan keluarga sebagai Karang Kitri (aneka tanaman penghasil uang).

Hal ini ditekankan Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama segenap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Probolinggo dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo, Jum’at (17/7/2020) pagi, di ruang terbuka gedung Perpustakaan Aqila Desa Krejengan Kecamatan Krejengan. Rakor ini didahului dengan peninjauan bersama KRPL Desa Krejengan serta Karang Kitri warga desa setempat.

Bupati Tantri mengatakan tujuan utama gerakan ini agar ketahanan pangan masyarakat terjaga. Hal ini sangat logis dan akan berdampak signifikan bagi masyarakat manakala pemanfaatan pekarangan rumahnya dilakuan secara maksimal. Oleh karena itu gerakan ini harus dikawal bersama-sama sesuai dengan fungsi dan teknis pada masing-masing OPD yang membidangi.

“Minimal manfaatnya akan terasa untuk mengurangi kebutuhan domestik rumah tangga dan sisanya tentu sangat memungkinkan jika kemudian dikembangkan untuk sektor bisnis keluarga dan sarana saling berbagi antar tetangga sekitar,” ulasnya.

Bupati Tantri menegaskan target pelaksanaan gerakan ini harus segera berjalan di tahun 2020 ini. Saat ini sudah ada 8 kecamatan sebagai pilot project dengan pendampingan teknis dari OPD terkait serta dengan didukung adanya perubahan anggaran yang diperlukan.

“Harapannya embrio-embrio yang sudah ada ini agar direplikasi oleh 16 wilayah kecamatan lainnya pada tahun anggaran selanjutnya tahun 2021. Sehingga gerakan ini benar-benar menjadi lebih masif di tahun selanjutnya,” tandasnya. (dra)

cww trust seal