Reporter : Syamsul Akbar
TEGALSIWALAN – DPD Lingkaran Pendamping Program Pemberdayaan (LPPP) Kabupaten Probolinggo dan Sanggar Warung Lukis Anak memberikan edukasi anak-anak kurang mampu, lansia dan difabel dengan syiar agama melalui dongeng watu muni yang syarat makna namun sederhana untuk diterima, Minggu (26/6/2022) sore di Desa Blado Kulon Kecamatan Tegalsiwalan.
“Tidak hanya sekedar memberi edukasi, kami juga mencari solusi nantinya bisa duduk bersama, baik dengan Dinas Sosial maupun instansi lain untuk memecahkan masalah yang ada di tiap daerah masing-masing di Kabupaten Probolinggo,” kata Ketua DPD LPPP Kabupaten Probolinggo Indah Kusumasari.
Kegiatan ini menggandeng PPPA Daqu Jawa Timur, Komunitas Musang dan Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tegalsiwalan. Kegiatan ini diawali dengan melukis bersama dibatu healing therapist untuk sahabat difabel, lansia dan anak-anak. Setelah melukis batu, dilanjutkan dengan bercerita dan mendongeng satu-satu dengan bahan batu.
Indah menjelaskan filosofi watumuni adalah watu dalam bahasa Jawa bermakna batu yang selama ini diam tanpa bersuara dan tanpa didengar. Jika ini dibiarkan begitu saja akan tersisihkan.
“Anak-anak kurang mampu, lansia dan sahabat difabel kami angkat untuk mencari solusi sosial yang ada di tengah masyarakat. Kegiatan ini akan terus berjalan dan kami lakukan keliling di Kabupaten Probolinggo dari barat sampai timur. Kegiatan puncak ada pada Hari Disability Internasional,” jelasnya.
Ke depan terang Indah, LPPP akan memamerkan batu yang dilukis dan memutar video film dokumenter yang sudah disusun agar permasalahan mendasar dapat didengar khususnya instansi terkait dan pemerintah.
“Dalam kesempatan ini PPPA Daqu membagikan Al Qur’an braille untuk tuna netra. Sehingga nantinya bisa menghafal Al Qur’an khusus tuna netra. Ini merupakan salah satu upaya dalam mengabdikan diri untuk membantu masyarakat,” terangnya.
Menurut Indah, kegiatan ini bertujuan untuk membantu instansi terkait agar mudah merangkul masyarakat sampai ke bawah yang selama ini belum. Banyak bidang nantinya yang akan dilakukan mulai dari pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, IKM, koperasi dan lain sebagainya.
“Dalam hal pendidikan dan ketenagakerjaan, kami melakukan edukasi keliling dan memberikan pelatihan yang ringan untuk membantu sahabat difabel. Kami juga membuat jaringan portal ketenagakerjaan bursa kerja untuk masyarakat Kabupaten Probolinggo khususnya dan sahabat difabel yang selama ini susah untuk mendapatkan pekerjaan,” tegasnya.
Lebih lanjut Indah mengungkapkan bahwa LPPP juga memiliki portal bursa kerja yang sedang digarap dan rencananya akan dilaunching pada Hari Disabilitas Internasional. Selain itu juga membantu beberapa IKM bisa import sampai ke Canada dalam beberapa waktu lalu.
“Besar harapan kami dengan adanya gerakan kami bisa menggugah instansi terkait untuk mencari solusi bersama. Kami juga sedang mempersiapkan mentor dalam bidang pendidikan,” ungkapnya.
Indah menambahkan dengan adanya portal bursa kerja yang dikhususkan untuk masyarakat Kabupaten Probolinggo dan sahabat difabel yang akan dilaunching bisa memberikan sebuah jawaban atas permasalahan yang ada saat ini. Setidaknya bisa membantu meringankan beban daripada sahabat difabel.
“Kami memiliki kendala dana, besar harapan kami dilangkah selanjutnya akan ada banyak sponsor yang mendukung. Sebab tidak hanya sekedar memberi edukasi tetapi harapannya akan terus memberikan sebuah pelatihan-pelatihan untuk sahabat difabel dan anak-anak di daerah-daerah yang akan didatangi selanjutnya. Setelah adanya pelatihan-pelatihan diharapkan akan ada pendampingan untuk bisa mendampingi sampai dapat bekerja atau mendapatkan penghasilan yang layak,” pungkasnya. (wan)
