Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > BPBD Kabupaten Probolinggo Lakukan Asesmen Cepat Pasca Longsor Ruas Jalan Desa Segaran

BPBD Kabupaten Probolinggo Lakukan Asesmen Cepat Pasca Longsor Ruas Jalan Desa Segaran

TIRIS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melakukan asesmen cepat pasca terjadinya longsor di ruas jalan Desa Segaran Kecamatan Tiris, Selasa (24/2/2026).

Longsor terjadi sekitar pukul 22.00 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras pada malam hari. Material tanah yang ambrol menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 35 meter dengan kedalaman mencapai 30 meter. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.

Penanganan kejadian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Probolinggo, Polres Probolinggo, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan (Dishub), Agisena Jawa Timur, Camat Tiris, Polsek Tiris, Koramil Tiris serta Pemerintah Desa Segaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen serta koordinasi dengan Pemerintah Desa Segaran dan Kecamatan Tiris.

“Begitu menerima laporan, tim kami langsung melakukan asesmen di lokasi dan berkoordinasi dengan pihak desa serta kecamatan terkait langkah penanganan darurat,” ujarnya.

Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo melakukan asesmen cepat pasca longsor di ruas jalan Desa Segaran Kecamatan Tiris. (Foto : BPBD)

Sebagai langkah antisipasi terjadinya longsor susulan, BPBD memasang tujuh lembar terpal pada titik rawan. “Pemasangan terpal ini dilakukan untuk menghambat pergerakan tanah akibat potensi hujan lanjutan,” lanjutnya.

Selain itu, berdasarkan hasil koordinasi dengan Camat Tiris Bambang Julius Wijanarko dan Kepala Desa Segaran Budi Utomo, diputuskan dilakukan penutupan total bagi kendaraan roda empat. Sementara kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas dengan sistem buka tutup jalur demi menjaga keselamatan pengguna jalan. Namun akan ditutup untuk roda dua jika hujan atau malam berkabut atau kondisi lain yang membahayakan.

“Untuk sementara kendaraan roda empat kami tutup total. Sedangkan roda dua diberlakukan sistem buka tutup dengan pengawasan petugas di lapangan melihat situasi dan kondisi. Jika hujan atau malam berkabut atau kondisi lain yang membahayakan, maka jalan tersebut ditutup untuk roda dua,” terangnya.

Oemar menambahkan, pengamanan di lokasi juga diperketat terutama pada malam hari, menyusul adanya imbauan dari Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif agar dilakukan penjagaan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami akan melakukan penjagaan pada malam hari sesuai imbauan Bapak Kapolres, karena kondisi lokasi masih rawan dan minim penerangan,” tegasnya.

Sejumlah kebutuhan mendesak di lokasi longsor antara lain lampu penerangan jalan dan tenda untuk posko jaga. BPBD bersama instansi terkait terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut agar penanganan berjalan optimal.

“Kami menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info