Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > LKNU Kraksaan dan Baznas Kabupaten Probolinggo Khitan 91 Anak di Yayasan Al-Ishlah

LKNU Kraksaan dan Baznas Kabupaten Probolinggo Khitan 91 Anak di Yayasan Al-Ishlah

BANTARAN – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan melalui aksi sosial yang menyentuh masyarakat. Sebanyak 91 anak mengikuti khitan massal gratis yang digelar Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kraksaan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo dan Yayasan Al-Ishlah di Desa Tempuran Kecamatan Bantaran, Minggu (2/8/2026).

Program sosial di bidang kesehatan tersebut mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, di antaranya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Probolinggo, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), UPT Puskesmas Bantaran serta Pemerintah Kecamatan Bantaran. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan masyarakat dapat diwujudkan melalui sinergi berbagai elemen.

Sejak pagi, halaman Yayasan Al-Ishlah di Desa Tempuran Kecamatan Bantaran dipenuhi peserta bersama orang tua mereka. Berbagai ekspresi terlihat menjelang proses khitan. Sebagian anak tampak santai bermain telepon genggam sambil menunggu giliran, namun tidak sedikit yang menangis karena merasa gugup. Meski demikian, dukungan keluarga dan tenaga medis membuat seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.

Ketua PC LKNU Kraksaan Sugianto dan Ketua Yayasan Al-Ishlah Kiai Muhammad Husen melihat dari dekat pelaksanaan khitanan massal. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Sebanyak 35 orang operator, asisten medis, petugas farmasi hingga tim yang menangani pembagian paket kepada peserta diterjunkan untuk memberikan pelayanan kepada para peserta. Selain mendapatkan layanan khitan secara gratis, setiap anak juga menerima paket perlengkapan berupa sarung, songkok dan baju sebagai bentuk perhatian dari panitia.

Ketua PC LKNU Kraksaan Sugianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi program kerja LKNU di bidang kesehatan yang tahun ini sengaja dipusatkan di wilayah pedesaan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini adalah melaksanakan program LKNU sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun lalu kegiatan dilaksanakan di Kantor Bupati Probolinggo, tahun ini kami memilih desa yang lebih dekat dan langsung bersentuhan dengan masyarakat agar manfaatnya lebih dirasakan,” katanya.

Menurut Sugianto, semula peserta yang ditargetkan sebanyak 80 anak. Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat jumlah peserta meningkat menjadi 91 anak hingga pelaksanaan kegiatan. “Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan sosial seperti ini cukup tinggi,” lanjutnya.

Camat Bantaran Junaedi dan Ketua PC LKNU Kraksaan Sugianto dalam pembukaan khitanan massal di Yayasan Al-Ishlah Desa Tempuran Kecamatan Bantaran. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Sugianto menegaskan keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Di antaranya Baznas, PPNI, IDI, IAI, serta UPT Puskesmas Bantaran yang bersama-sama memberikan dukungan tenaga maupun pelayanan kesehatan. “Total ada sekitar 35 petugas yang terlibat, mulai operator, asisten medis hingga petugas obat dan pembagian paket,” jelasnya.

Lebih lanjut Sugianto berharap para orang tua turut mengawal proses pemulihan anak setelah menjalani khitan dengan memastikan kepatuhan minum obat, pola makan dan perawatan sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

“Kami berharap orang tua benar-benar mendampingi anak-anaknya setelah dikhitan, mulai dari minum obat, menjaga pola makan hingga perawatan luka. Dengan begitu program ini dapat memberikan manfaat maksimal dan meringankan beban masyarakat,” harapnya.

Ketua PC LKNU Kraksaan Sugianto memberikan motivasi kepada wali khitan tentang beberapa hal setelah anaknya dikhitan. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Ia menambahkan, kegiatan khitan massal tersebut juga menjadi bentuk dukungan LKNU terhadap program Pemerintah Kabupaten Probolinggo di bidang kesehatan, sehingga pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat melalui berbagai dimensi, termasuk layanan sosial kemasyarakatan seperti khitan massal. “Ini merupakan salah satu program LKNU untuk mendukung program SAE Kesehatan dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.

Sementara Wakil Ketua 4 Baznas Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati menegaskan komitmen Baznas dalam menghadirkan layanan sunatan massal sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya keluarga kurang mampu yang memiliki anak laki-laki.

Program tersebut tidak hanya bertujuan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesehatan dan kebersihan anak melalui fasilitas sunatan yang aman dan ditangani tenaga kesehatan profesional.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama keluarga yang masih memiliki anak laki-laki dan belum disunat. Kami berharap program ini dapat membantu meningkatkan kesehatan sekaligus meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Wakil Ketua 4 Baznas Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati dalam pembukaan khitanan massal. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Ia menjelaskan, layanan sunatan massal yang digelar Baznas tidak hanya dilaksanakan di satu wilayah, tetapi telah menjangkau berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo, mulai dari wilayah barat hingga timur.

“Program sunatan massal ini sudah sering kami laksanakan di berbagai wilayah Kabupaten Probolinggo. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, selama pengajuan memenuhi persyaratan dan memiliki alasan yang kuat, Insya Allah akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” jelasnya.

Nurayati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, mulai dari panitia, tenaga kesehatan, Yayasan Al-Islah, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) hingga pemerintah setempat. “Semoga apa yang kita lakukan menjadi amal ibadah dan membawa manfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Lebih lanjut Nurayati menegaskan seluruh tindakan medis dalam program sunatan massal dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir. “Ini merupakan bentuk pengabdian Baznas bersama mitra dalam membantu pemerintah meringankan beban masyarakat,” tegasnya.

Camat Bantaran Junaedi, Ketua PC LKNU Kraksaan Sugianto dan Ketua Yayasan Al-Ishlah Kiai Muhammad Husen bersama operator dan tenaga medis khitanan massal. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Nurayati berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta anak-anak yang mengikuti sunatan massal tumbuh menjadi generasi yang sehat, saleh dan berbakti kepada orang tua.

“Semoga pelaksanaan kegiatan ini berjalan lancar, anak-anak yang disunat diberikan kesehatan, menjadi anak yang saleh, berbakti kepada kedua orang tua serta bermanfaat bagi agama, masyarakat, bangsa dan negara,” terangnya.

Ketua Yayasan Al-Ishlah Kiai Muhammad Husen menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Khitan massal menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang secara langsung membantu masyarakat, terutama keluarga kurang mampu,” urainya.

Husen mengungkapkan sempat terjadi perubahan daftar peserta karena enam anak mengundurkan diri. Namun panitia segera menggantinya dengan peserta cadangan sehingga target pelaksanaan tetap terpenuhi.

Ketua Yayasan Al-Ishlah Kiai Muhammad Husen memberikan sambutan dalam kegiatan khitanan massal dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

“Antusiasme masyarakat bahkan melebihi perkiraan panitia sehingga sejumlah penyesuaian harus dilakukan, termasuk dalam penyediaan konsumsi dan kebutuhan teknis lainnya,” jelasnya.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan dan memastikan seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, baik tenaga, fasilitas maupun pendanaan. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dengan pahala terbaik,” lanjutnya.

Sedangkan Camat Bantaran Junaedi mengajak para orang tua memberikan dukungan moral kepada anak-anak yang akan menjalani khitan agar lebih tenang dan tidak merasa takut. “Kesiapan mental menjadi salah satu faktor penting sehingga proses khitan dapat dilalui dengan nyaman,” katanya.

Camat Bantaran Junaedi membuka kegiatan khitanan massal di Yayasan Al-Ishlah Desa Tempuran Kecamatan Bantaran. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Junaedi menghimbau masyarakat agar tidak berlebihan dalam menggelar perayaan khitan. Harapannya anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan anak di masa depan.

“Saya tidak melarang mengadakan selamatan, tetapi kalau biayanya bisa dihemat, lebih baik ditabung untuk biaya sekolah anak-anak. Itu akan jauh lebih bermanfaat bagi masa depan mereka,” ungkapnya.

Tidak lupa Junaedi juga berpesan kepada anak-anak yang telah dikhitan agar semakin giat belajar, rajin mengaji serta memiliki cita-cita yang tinggi. “Setelah sunat, belajarnya harus semakin rajin, ngajinya juga semakin rajin. Saya ingin anak-anak Kecamatan Bantaran bercita-cita setinggi mungkin, menjadi dokter, kepala puskesmas, camat atau profesi apa pun yang penting bisa berguna bagi masyarakat. Semua itu bisa diraih dengan perjuangan dan doa dari orang tua,” tegasnya.

Wali khitan tampak menenangkan anaknya yang menangis saat dilakukan khitan oleh tim dari LKNU Kraksaan bersama PPNI, IDI, IAI dan Puskesmas Bantaran. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Junaedi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tenaga kesehatan, tokoh agama dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan khitan massal. Komunikasi dan koordinasi yang baik menjadi kunci suksesnya kegiatan sosial tersebut.

“Terima kasih kepada semua pihak, khususnya para panitia dan Kiai Husen yang telah bekerja keras. Alhamdulillah seluruh persiapan berjalan dengan baik, ambulans dan tenaga kesehatan juga sudah siap. Insya Allah kami dari Kecamatan Bantaran akan terus mendukung kegiatan seperti ini agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info