Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Libatkan Keluarga, Puskesmas Krejengan Tangani ODGJ di Pinggir Jalan Desa Krejengan

Libatkan Keluarga, Puskesmas Krejengan Tangani ODGJ di Pinggir Jalan Desa Krejengan

KREJENGAN – Puskesmas Krejengan bersama petugas program kesehatan jiwa dan lintas sektor melakukan penanganan terhadap seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ditemukan berada di pinggir jalan wilayah Kecamatan Krejengan, Senin (7/9/2026).

Penanganan dilakukan setelah adanya informasi bahwa warga Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan tersebut telah sekitar satu minggu tidak berada di rumah. Sebelumnya, yang bersangkutan dilaporkan sempat melakukan pengerusakan di rumah serta melakukan tindakan kekerasan terhadap warga di sekitar tempat tinggalnya.

Kondisi tersebut membuat petugas bersama lintas sektor melakukan pencarian hingga akhirnya yang bersangkutan ditemukan berada di pinggir jalan di wilayah Desa Krejengan Kecamatan Krejengan.

Keberadaan ODGJ di jalan dinilai perlu segera ditangani untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk kemungkinan melakukan pengerusakan maupun membahayakan pengguna kendaraan yang melintas.

Kepala Puskesmas Krejengan Nurul Avif Dwi Sukmana mengatakan penanganan dilakukan melalui koordinasi antara petugas program kesehatan jiwa dengan lintas sektor. Setelah ditemukan, ODGJ tersebut kemudian diupayakan untuk dikembalikan kepada pihak keluarga agar mendapatkan penanganan dan pendampingan lebih lanjut.

“Kami bersama petugas program kesehatan jiwa berkoordinasi dengan lintas sektor untuk melakukan penanganan terhadap ODGJ yang ditemukan di jalan. Setelah ditemukan, kami mengantar yang bersangkutan ke rumah keluarga untuk selanjutnya mendapatkan penanganan sesuai SOP,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan ODGJ tidak hanya berhenti ketika pasien sudah kembali ke rumah. “Peran keluarga menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi yang bersangkutan tetap terpantau dan mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan,” lanjutnya.

Karena itu, petugas juga memberikan edukasi kepada keluarga agar bersama-sama menjaga, mengawasi dan mendampingi anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dalam proses penanganan berikutnya.

“Kami juga memberikan edukasi kepada keluarga agar bersama-sama menjaga, mengawasi dan mendampingi ‘tersayang’ dalam penanganan lebih lanjut. Dukungan keluarga sangat penting agar kondisi yang bersangkutan tetap terpantau dan penanganannya dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Avif menambahkan, koordinasi lintas sektor diperlukan dalam penanganan kasus kesehatan jiwa, terutama ketika ODGJ ditemukan berada di ruang publik dan berpotensi mengganggu keamanan maupun keselamatan dirinya sendiri serta masyarakat sekitar.

Pendekatan dalam penanganan harus dilakukan secara tepat dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan. Petugas kesehatan bersama keluarga dan unsur terkait perlu memastikan ODGJ mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan serta tidak dibiarkan tanpa pengawasan.

“Kita tidak bisa menangani persoalan seperti ini sendiri. Diperlukan kerja sama antara petugas kesehatan, keluarga dan lintas sektor agar penanganannya bisa dilakukan secara aman, tepat dan berkelanjutan,” terangnya.

Puskesmas Krejengan juga terus mendorong keluarga untuk tidak mengabaikan anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Pengawasan, pendampingan dan kepatuhan terhadap proses penanganan menjadi bagian penting untuk membantu menjaga kondisi pasien sekaligus mencegah munculnya persoalan di lingkungan sekitar.

“Penanganan ini sekaligus menunjukkan pentingnya kepedulian bersama terhadap warga yang mengalami gangguan jiwa. Dengan dukungan keluarga, tenaga kesehatan dan lintas sektor diharapkan proses penanganan dapat berjalan lebih optimal serta memberikan perlindungan bagi pasien dan masyarakat,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info