PROBOLINGGO – Momentum 10 Muharram 1448 Hijriyah dimanfaatkan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Probolinggo untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim melalui penyaluran santunan pendidikan dan bantuan sosial, Jum’at (26/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo dr. H. Mohammad Haris bersama Ketua Umum KKKS Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM. serta sejumlah pengurus organisasi sosial dan Perangkat Daerah.
Sebanyak 120 anak yatim dan yatim piatu di luar panti asuhan menerima bantuan berupa perlengkapan sekolah, tambahan biaya pendidikan serta paket sembako. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada 10 orang penerima, sementara sisanya disalurkan kepada seluruh penerima manfaat.

Program santunan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bidang Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS) KKKS Kabupaten Probolinggo yang selama ini memprioritaskan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan anak, khususnya anak yatim dan yatim piatu.
Selain bantuan pendidikan, paket sembako yang diberikan berasal dari dukungan berbagai pihak, di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo, Ketua TP PKK Kecamatan serta tiga Organisasi Perangkat Daerah meliputi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya), Dinas Sosial (Dinsos) dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Ketua Umum KKKS Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris mengatakan peringatan 10 Muharram atau Hari Asyura merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim.

“Santunan yang diberikan bukan hanya bantuan materi, tetapi juga bentuk kasih sayang dan perhatian agar mereka tetap memiliki semangat dalam menempuh pendidikan serta meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Selain meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, kegiatan ini diharapkan senantiasa dapat menumbuhkan kepedulian untuk bisa menyayangi anak-anak yatim dengan tulus dan ikhlas. Santunan yang diberikan Insya Allah menjadi ladang pahala yang terus mengalir selama memberikan manfaat bagi mereka.
“Kami berharap bantuan perlengkapan sekolah dan tambahan biaya pendidikan dapat membantu memenuhi kebutuhan belajar para penerima manfaat sekaligus meringankan beban keluarga dalam membiayai pendidikan anak,” harapnya.

Ning Marisa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan menjadikan kepedulian sosial sebagai budaya yang terus dilestarikan, tidak hanya pada momentum 10 Muharram, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap nilai-nilai positif dari peringatan 10 Muharram ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus peduli kepada sesama. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara istiqamah dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya. ***
Penulis : Mujiono
Editor : Tim Bromo Info
