Depan > Pendidikan > Kepala dan Pendidik TK Negeri Pembina se-Jatim Ikuti Workshop Penguatan IKM Jenjang PAUD

Kepala dan Pendidik TK Negeri Pembina se-Jatim Ikuti Workshop Penguatan IKM Jenjang PAUD

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Kepala dan Pendidik TK Pembina/Negeri Pembina se-Jawa Timur mengikuti workshop penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di TK Negeri Pembina 1 Kraksaan, Sabtu (10/9/2022).

Kegiatan yang digelar oleh Paguyuban TK Pembina/Negeri Pembina Jawa Timur ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aminatun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi, Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Kraksaan Sofiah Hartuti serta narasumber Heri Purwanto selaku Ketua Bidang Pendidikan Pokja Bunda PAUD Kota Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan beragam tarian dan seni dari peserta didik dari TK Negeri Pembina 1 Kraksaan, TK Negeri Pembina 2 Kraksaan serta SDN Patokan 1 Kecamatan Kraksaan.

Ketua Paguyuban TK Pembina/Negeri Pembina Jawa Timur Ida Kusdayati mengungkapkan Paguyuban TK Pembina/Negeri Pembina Jawa Timur ini terbentuk pada tahun 1999 dan saat itu masih ada 4 TK Pembina/Negeri Pembina di Jawa Timur.

“Namun perkembanganya luar biasa di Jawa Timur dan saat ini jumlahnya mencapai 158 lembaga dengan jumlah anggota Kepala dan Pendidik TK Pembina/Negeri Pembina sebanyak 1.086 orang,” ujarnya.

Menurut Ida Kusdayati, pada saat didirikan memang memiliki tujuan untuk mempererat tali silaturahim antar TK Pembina/Negeri Pembina di Jawa Timur. Wadah ini dibentuk agar para Kepala dan Pendidik TK Pembina/Negeri Pembina bisa memperoleh pembinaan terkait pendidikan PAUD sehingga harapannya standart minimal mutu pendidikan TK Pembina/Negeri Pembina itu sama.

“Setiap tahun, kita mengadakan pertemuan sebanyak 2 kali. Awal pada bulan Pebruari atau Maret khusus Kepala TK saja dan Agustus atau September untuk Kepala dan Pendidik TK. Makanya pada saat ini kita tidak menghadirkan seluruhnya, hanya perwakilan masing-masing lembaga sebanyak 3 orang terdiri dari 1 Kepala TK dan 2 Pendidik TK,” tegasnya.

Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi mengatakan workshop penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka jenjang PAUD ini bisa menjadi ajang silaturahim dan sharing ilmu antar TK Negeri Pembina se-Jawa Timur.

“Mari kita bangun semangat bersama-sama dan guru TK negeri harus memiliki motivasi satuan PAUD di seluruh Jawa Timur bisa mengimplemenasikan Kurikulum Merdeka. Tentu tidak hanya semangat deklarasi, tapi siap mengimplementasikan Kurikulum Merdeka,” katanya.

Menurut Rozi, Kurikulum Merdeka ini harus dilakukan secara shift learning karena terbatas yang mendapatkan kesempatan Program Sekolah Penggerak. Oleh karenanya, Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi) menelurkan kemerdekaan dalam konsep Implementasi Kurikulum Merdeka dalam merdeka belajar.

“Kemendikbudristek telah memberikan fasilitasi melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM). Ada beberapa warna dalam PMM ini. Diantaranya, merah berarti belum log in, kuning log in tapi belum belajar, hijau sudah log in, belajar dan post tes serta biru berarti sudah lulus post tes dan melakukan aksi nyata,” jelasnya.

Rozi meminta agar momentum workshop penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka jenjang PAUD ini diikuti secara serius. Seban momentum ini merupakan wadah yang luar biasa.

“Tidak hanya penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka satu arah saja, tetapi banyak arah sebagai best practice untuk bisa kita sharingkan tentang nilai-nilai kebaikan dan praktek baik untuk diimplementasikan di TK-TK yang lain,” terangnya.

Lebih lanjut Rozi menambahkan kegiatan ini semata-mata sebagai bentuk ikhtiar bersama melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sebab ada perbedaan anak SD yang lulusan TK dan tidak.

“Alumni PAUD itu besar sekali perbedaannya. Oleh karena itu bagaimana guru PAUD itu bukan hanya membersamai tetapi juga mengajak anak-anak untuk bisa masuk ke TK. Hal ini berkaitan dengan literasi dan numerasi ketika masuk ke SD,” tegasnya.

Sedangkan Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aminatun menyampaikan kegiatan ini merupakan sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran. Hal ini dilakukan melalui Implemetasi Kurikulum Merdeka yang fleksibel dengan materi pengembangan karakter peserta didik.

“Kebijakan pemerintah terkait merdeka belajar yang diterapkan bukan hanya di pendidikan tinggi atau menengah dan dasar, tetapi juga anak usia dini. Tentunya mempunyai visi, misi, tujuan dan manajemen yang berbeda. Karena PAUD merupakan lembaga pembentukan yang paling dasar sebagai generasi emas dan paling dasar untuk perkembangan selanjutnya,” ungkapnya.

Mimin, panggilan akrab Aminatun menerangkan tugas Kepala dan Pendidik TK sangatlah berat. Oleh karena itu, Kurikulum Merdeka sangat sesuai bagaimana penguatan merdeka belajar dalam Implementasi Kurikulum Merdeka sampai pada bentuk-bentuk proses pembelajaran dan evaluasinya.

“Karakter merdeka itu berupa kegiatan bermain yang bermakna pada sebuah proses belajar, mengutamakan PAUD sebagai fase pondasi pada pembentukan dan kesiapan anak sekolah ke jenjang berikutnya serta mengutakan literasi dan numerasi anak usia dini. Tidak hanya membaca dan menulis saja, tetapi harus ada contoh-contoh yang nyata,” jelasnya.

Lebih lanjut Mimin menambahkan lembaga PAUD berperan untuk mengenalkan kegiatan pra membaca, menulis dan menghitung sehingga tidak ada larangan untuk mengajarkan calistung. “Tetapi perlu memperhatikan metode pembelajaran yang arahnya pada literasi dan numerasi,” pungkasnya. (wan)