Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo memberikan bimbingan teknis (bimtek) wirausaha baru IKM pangan berupa roti berbasis pondok pesantren di Pondok Pesantren Syubbanul Muslimin di Desa Kalikajar Kulon Kecamatan Paiton, Rabu hingga Minggu (17-21/11/2021).
Kegiatan yang diikuti oleh 25 orang santri, alumni dan pengurus Pondok Pesantren Syubbanul Muslimin ini dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari.
Pembukaan ini dihadiri oleh Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Riefky Yuswandi, Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mohammad Natsir serta Pengasuh Pondok Pesantren Syubbanul Muslimin KH. Chafidzul Hakim Noer.
Dalam kesempatan tersebut diserahkan fasilitasi mesin/peralatan wirausaha baru IKM pangan berupa roti berbasis pondok pesantren dari Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Riefky Yuswandi kepada Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mohammad Natsir. Kemudian diserahkan kepada perwakilan santri dalam rangka meningkatkan produktivitas di Pondok Pesantren Syubbanul Muslimin.
Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Riefky Yuswandi mengungkapkan pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang dapat berperan strategis untuk mendukung pertumbuhan industri di Indonesia sebagai “Agent of Development” dalam mengembangkan sumber daya masyarakat di daerah sehingga menjadi bagian yang penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Jumlah pondok pesantren dan santri yang cukup besar tersebut merupakan aset bangsa yang potensial untuk dapat membantu mewujudkan kemandirian bangsa. Hal ini tidak lepas karena pesantren dan santri dikenal dengan kemandirian dan ketekunannya yang selalu ditanamkan semasa menempuh pendidikan di pondok,” ujarnya.
Riefky Yuswandi mengharapkan para santri, alumni dan pengurus pondok pesantren dapat menjadi wirausaha yang mandiri dan pionir bagi santri lainnya untuk maju dan berkembang dalam berwirausaha. Sedangkan fasilitasi mesin/peralatan produksi diberikan dengan harapan alat ini dapat dimanfaatkan sebagai unit bisnis yang baru di pondok pesantren dan tempat pembelajaran para santri untuk berwirausaha.
“Memanfaatkan informasi, pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan untuk membangun usaha di bidang masing-masing. Kreatif menggali peluang bisnis, kekuatan dan keunikan usaha serta menghasilkan produk/jasa sesuai dengan permintaan pasar di berbagai segmen. Serta disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama bimbingan teknis demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam asli Indonesia yang dihasilkan dari alkulturasi budaya, baik itu dari pendidikan Islam Arab dan penduduk pribumi maupun pendidikan Islam ala pesantren dengan pendidikan umum, hasil alkuturasi budayanya tersebut menjadikan pesantren secara umum bercorak salaf dan modern.
“Pesantren harus terus ikut berkembang menjadi centre of moslem revitalisations (pusat revitalisasi Islam). Disini lulusan-lulusan pesantren akan mengabdikan diri sebagai pembaharu dan modernis Islami dan membentuk serta mewarnai dunia modern khususnya bangsa Indonesia dengan nafas Islam yang dibawabanya dari pesantren,” katanya.
Menurut Hasyim, dengan itu akan lahir peradaban Islam modern yang mampu berkembang dan membentuk tata dunia baru Islam sebagai rahmatan lil alamin (Islam sebagai rahmat bagi dunia) dan bukan sebagaimana menjadi sebuah kekuatan yang seringkali diisukan sebagai ancaman bagi dunia modern.
“Harapan saya dengan bimtek WUB IKM pangan berbasis pondok pesantren ini para peserta dapat mengembangkan IKM dalam hal ini dibidang bakery (roti) dan dapat memenuhi kebutuhan roti di pondok dan sekitarnya bahkan memenuhi kebutuhan roti di Kabupaten Probolinggo,” harapnya. (wan)
