Friday, May 24, 2024
Depan > Kesehatan > Dinkes Lakukan Penyusunan Rencana Kontigensi Penanggulangan Bencana Banjir

Dinkes Lakukan Penyusunan Rencana Kontigensi Penanggulangan Bencana Banjir

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melakukan penyusunan rencana kontigensi penanggulangan bencana banjir bidang kesehatan di ruang pertemuan Bimasena Paseban Sena Probolinggo, Selasa hingga Kamis (16-18/11/2021).

Kegiatan ini diikuti oleh Tim Bencana Puskesmas dan Rumah Sakit, Tim PSC 119 Dinkes Kabupaten Probolinggo serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo.

Selama 3 (tiga) hari, para peserta mendapatkan materi pengantar rencana kontijensi, standart pelayanan bidang kesehatan, penyusunan scenario, penyusunan kebijakan dan strategi, perencanaan klaster kesehatan, penyusunan draft rencana kontijensi, rencana aksi Table Top Exercise (TTX) serta simulasi Table Top Exercise (TTX).

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dr. Dwi Indah Lestari mengatakan Kabupaten Probolinggo memiliki permasalahan kebencanaan yang kompleks. Berdasarkan analisis resiko kebencanaan yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Probolinggo salah satu ancaman bencana yang dihadapi oleh warga Kabupaten Probolinggo adalah ancaman banjir. Sebanyak 6 kecamatan dan 1 pulau dengan ketinggian rata-rata < 100 meter.

“Kabupaten Probolinggo juga memiliki 8 sungai utama yaitu Lawean, Kedunggaleng, Gending, Pekalen, Kertosono, Pancar Glagas dan Kresek dengan kemiringan dan curah hujan tinggi yang semuanya melewati Kabupaten Probolinggo dan bermuara ke Pantai Utara Probolinggo. Secara alamiah kondisi ini memposisikan Kabupaten Probolinggo memiliki kerawanan yang tinggi terhadap banjir,” katanya.

Dwi Indah Lestari menerangkan berdasarkan kondisi tersebut, maka Dinkes melakukan upaya dengan menyusun perencanaan dan kebijakan bidang kesehatan dalam melaksanakan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Salah satunya adalah Perencanaan Kontingensi Banjir Kabupaten Probolinggo sesuai dengan ketentuan PMK 75 Tahun 2019 dilakukan pada saat kondisi kesiapsiagaan.

“Rencana ini diharapkan dapat menjadi pedoman pada saat menghadapi darurat bencana bagi semua pelaku penanggulangan bencana banjir di Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo sehingga semua sumber daya/klaster dan sub klaster yang ada dapat termobilisasi dan terkoordinasi dengan baik untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana. Dalam hal bencana terjadi, maka rencana kontingensi berubah menjadi rencana operasi tanggap darurat atau rencana operasi,” jelasnya.

Menurut Dwi Indah Lestari, pengenalan dan pemahaman mengenai manajemen kebencanaan diperlukan untuk perencanaan dan pengaturan dalam menghadapi potensi bencana yang ada dan menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko yang timbul ketika bencana terjadi.

“Pemahaman mengenai bahaya dan kerawanan juga dapat berperan dalam peningkatan pemahaman dan pengurangan terhadap risiko bencana. Kegiatan ini bertujuan supaya Kabupaten Probolinggo memiliki pedoman pada saat darurat bencana banjir,” pungkasnya. (wan)

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melakukan penyusunan rencana kontigensi penanggulangan bencana banjir bidang kesehatan di ruang pertemuan Bimasena Paseban Sena Probolinggo, Selasa hingga Kamis (16-18/11/2021).

Kegiatan ini diikuti oleh Tim Bencana Puskesmas dan Rumah Sakit, Tim PSC 119 Dinkes Kabupaten Probolinggo serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo.

Selama 3(tiga) hari, para peserta mendapatkan materi pengantar rencana kontijensi, standart pelayanan bidang kesehatan, penyusunan scenario, penyusunan kebijakan dan strategi, perencanaan klaster kesehatan, penyusunan draft rencana kontijensi, rencana aksi Table Top Exercise (TTX) serta simulasi Table Top Exercise (TTX).

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dr. Dwi Indah Lestari mengatakan Kabupaten Probolinggo memiliki permasalahan kebencanaan yang kompleks. Berdasarkan analisis resiko kebencanaan yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Probolinggo salah satu ancaman bencana yang dihadapi oleh warga Kabupaten Probolinggo adalah ancaman banjir. Sebanyak 6 kecamatan dan 1 pulau dengan ketinggian rata-rata < 100 meter.

“Kabupaten Probolinggo juga memiliki 8 sungai utama yaitu Lawean, Kedunggaleng, Gending, Pekalen, Kertosono, Pancar Glagas dan Kresek dengan kemiringan dan curah hujan tinggi yang semuanya melewati Kabupaten Probolinggo dan bermuara ke Pantai Utara Probolinggo. Secara alamiah kondisi ini memposisikan Kabupaten Probolinggo memiliki kerawanan yang tinggi terhadap banjir,” katanya.

Dwi Indah Lestari menerangkan berdasarkan kondisi tersebut, maka Dinkes melakukan upaya dengan menyusun perencanaan dan kebijakan bidang kesehatan dalam melaksanakan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Salah satunya adalah Perencanaan Kontingensi Banjir Kabupaten Probolinggo sesuai dengan ketentuan PMK 75 Tahun 2019 dilakukan pada saat kondisi kesiapsiagaan.

“Rencana ini diharapkan dapat menjadi pedoman pada saat menghadapi darurat bencana bagi semua pelaku penanggulangan bencana banjir di Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo sehingga semua sumber daya/klaster dan sub klaster yang ada dapat termobilisasi dan terkoordinasi dengan baik untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana. Dalam hal bencana terjadi, maka rencana kontingensi berubah menjadi rencana operasi tanggap darurat atau rencana operasi,” jelasnya.

Menurut Dwi Indah Lestari, pengenalan dan pemahaman mengenai manajemen kebencanaan diperlukan untuk perencanaan dan pengaturan dalam menghadapi potensi bencana yang ada dan menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko yang timbul ketika bencana terjadi.

“Pemahaman mengenai bahaya dan kerawanan juga dapat berperan dalam peningkatan pemahaman dan pengurangan terhadap risiko bencana. Kegiatan ini bertujuan supaya Kabupaten Probolinggo memiliki pedoman pada saat darurat bencana banjir,” pungkasnya. (wan)