Monday, May 10, 2021
Depan > Kesehatan > Kecamatan Paiton Komitmen Bebas Stunting

Kecamatan Paiton Komitmen Bebas Stunting

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Pemerintah Kecamatan Paiton bersama Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Paiton dan Himpaudi (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini) Kecamatan Paiton berkomitmen agar ke depan Kecamatan Paiton bebas stunting.

Upaya tersebut dilakukan dengan memberikan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Pendidik PAUD Plus se-Kecamatan Paiton di Resto & Café Pantai Bohay Desa Binor Kecamatan Paiton, Senin hingga Jum’at (19-23/10/2020).

Kegiatan yang disupport oleh Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa se-Kecamatan Paiton ini diikuti oleh 50 orang yang terbagi dalam 2 kelas. Mereka berasal dari unsur guru PAUD dari 20 desa se-Kecamatan Paiton. Masing-masing desa mengirimkan 2 orang guru PAUD serta 10 orang guru PAUD dengan biaya mandiri.

Diklatsar Pendidik PAUD Plus yang didanai dari Dana Desa (DD) ini dibuka secara resmi oleh Camat Paiton Muhamad Ridwan didampingi Pendamping Desa Kecamatan Paiton selaku Ketua Panitia Yuliadi.

Camat Paiton Muhamad Ridwan memberikan apresiasi terhadap BKAD dan Apdesi Kecamatan Paiton yang masih menganggarkan kegiatan untuk pelayanan sosial dasar, terutama yang berkaitan dengan penanganan stunting. Sebab tidak semua kecamatan ada dan bisa melaksanakan kegiatan tersebut..

“Terus terang memang arahnya kegiatan ini berupa pendidikan dan pelatihan dasar terhadap guru PAUD, tetapi fokusnya lebih kepada penurunan angka stunting. Targetnya ke depan memang tidak ada kasus stunting di Kecamatan Paiton,” katanya.

Ridwan berharap agar kegiatan yang sudah tersentuh melalui Dana Desa ini bisa dilaksanakan secara istiqomah. Terlebih semangat dari masyarakat di Kecamatan Paiton yang luar biasa. Semangat ini apabila juga didukung oleh desa tentunya akan semakin luar biasa.

“Oleh karena itu kami menghimbau nantinya melalui peran serta para guru PAUD mampu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait masalah stunting. Apalagi wali muridnya pasti akan berkomunikasi secara intens dengan guru-guru PAUD. Tentunya ini sangat berpengaruh sekali untuk harapan kita berperang terhadap stunting untuk mewujudkan Kecamatan Paiton bebas stunting,” tegasnya.

Sementara Pendamping Desa Kecamatan Paiton Yuliadi mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru PAUD. Karena guru PAUD yang profesional adalah guru yang memiliki empat standar kompetensi dalam dirinya meliputi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional.

“Selain itu, memberikan motivasi kepada guru PAUD bagaimana membentuk kelas orang tua terkait pola gizi dan pola asuh untuk bersama-sama menurunkan angka stunting. Mengingat angka stunting di Kecamatan Paiton sangat tinggi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini Yuliadi berharap para guru PAUD bisa berkontribusi dalam penanganan stunting dan bisa melakukan pembelajaran yang kondusif sesuai dengan perencanaan. Sebagai tindak lanjut nanti ada tugas mandiri selama 1 bulan untuk menghasilkan best practice sehingga mempunyai inovasi baru yang harus dilakukan terkait PAUD dan stunting.

“Kami menghimbau kepada para guru PAUD agar bisa bersinergi dengan desa dan berkontribusi bagi dirinya sendiri dan orang lain dalam penanganan stunting melalui kegiatan PAUD dan posyandu di desanya masing-masing,” pungkasnya.

Selama kegiatan, para guru PAUD ini mendapatkan sejumlah materi dari beberapa narasumber. Diantaranya, Gizi dan Stunting dari Dinas Kesehatan, Gizi dan Pengasuhan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB, Ke-PAUD-an dari Dinas Pendidikan serta Regulasi PAUD dan Stunting dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Selanjutnya, Pendampingan Kelembagaan PAUD dari Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar Kabupaten Probolinggo, Penanganan COVID-19 dari Polsek Paiton serta Perencanaan Penganggaran Desa Terkait Stunting dari Apdesi Kecamatan Paiton. (wan)

cww trust seal