Wednesday, September 29, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Berikan Pelatihan Akuntansi Dasar Bagi Pelaku Usaha Baru

Pemkab Berikan Pelatihan Akuntansi Dasar Bagi Pelaku Usaha Baru

Reporter : Hendra Trisianto
SUMBERASIH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan pelatihan akuntansi dasar bagi pelaku usaha baru di RM Rahayu di Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih, Selasa dan Rabu (20-21/10/2020).

Pelatihan akuntansi dasar bagi pelaku usaha baru ini diikuti oleh 35 dari UMKM baru di wilayah Kabupaten Probolinggo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, pengukuran suhu tubuh, menjaga jarak aman serta tidak kontak fisik.

Selama kegiatan, para pelaku usaha baru di Kabupaten Probolinggo ini mendapatkan tentang motivasi kepada pelaku usaha baru untuk bisa terus bangkit dan berinovasi walaupun di era pandemi ini harus tetap semangat dari UKM Anniki dan akuntansi dasar dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan kegiatan ini merupakan wujud pembinaan Pemerintah Kabupaten Probolinggo berupa pemberian motivasi terhadap pelaku usaha mikro di masa pandemi COVID-19 ini dan peningkatan SDM dibidang pembukuan.

“Hampir semua UMKM yang ada di Kabupaten Probolinggo terdampak dengan adanya pandemi COVID-19. Kebanyakan UMKM Kabupaten Probolinggo yang masih kurang memahami tentang pembukuan sehingga alur keuangan masih campur aduk antara keuangan usaha dengan rumah tangga,” katanya.

Untuk itu jelas Anung, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo melaksanakan kegiatan pelatihan akuntansi dasar bagi pelaku usaha baru dengan tujuan memberikan ilmu dan pengetahuan tentang pentingnya pembukuan usaha, sehingga para pelaku usaha baru bisa memahami tentang pembukuan dan bisa diterapkan di managemen usahanya.

“Pembukuan itu sangatlah penting bagi para pelaku usaha. Bila keuangannya tertib, maka usaha yang dijalankan bisa tumbuh sehat segera diketahui untung ruginya. Selain itu, pembukuan ini juga diperlukan oleh para pelaku usaha disaat akan mengakses perbankan atau bahkan disaat ada kegiatan UKM Award,” tegasnya.

Menurut Anung, UMKM harus terus berkarya dimasa pandemi ini karena UMKM merupakan penopang terbesar perekonomian nasional. “Untuk itu ikuti dengan baik kegiatan ini dan selanjutnya bisa diterapkan pada usahanya sehingga bisa menjadi UMKM yang mandiri, kuat, tangguh dan mempunyai nilai daya saing. Ayo bangkit UMKM Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (dra)