Depan > Kemasyarakatan > Kanwil DJPb Jatim Pantau Keberadaan Gudang SRG Alassumur Kulon

Kanwil DJPb Jatim Pantau Keberadaan Gudang SRG Alassumur Kulon

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka melihat keberadaan Sistem Resi Gudang (SRG) di Kabupaen Probolinggo, tim dari Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan ke gudang SRG Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan, Jum’at (3/6/2022) siang.

Tim yang dipimpin oleh Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Timur Taukhid ini diterima oleh Pengelola Gudang SRG Alassumur Kulon Prabowo dan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo.

Sesampainya di kantor SRG Alassumur Kulon, Kepala Kanwil Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Timur Taukhid bersama tim langsung melihat-lihat dari dekat gudang SRG sekaligus peluang-peluang yang bisa dilakukan dalam rangka meningkatkan kemakmuran petani di Kabupaten Probolinggo.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Timur Taukhid mengungkapkan kedatangannya di SRG Alassumur Kulon berkaitan dengan akan adanya pemberlakuan subsidi bunga untuk sistem resi gudang.

“Nanti masyarakat yang menempatkan hasil panennya disini bisa dijadikan jaminan untuk meminta pinjaman modal kepada perbankan. Nanti pinjaman itu masuk ke dalam sistem SRG. Dimana pinjamannya akan disubsidi oleh pemerintah sehingga petani hanya membayar bunga 6 persen saja, sama dengan bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat),” ungkapnya.

Menurut Taukhid, pihaknya berkunjung ke SRG Alassumur Kulon ini karena ingin mengetahui kondisi dan peluang-peluang yang bisa dilakukan. Pasalnya, SRG ini sudah berjalan beberapa tahun sebelumnya. “Paling tidak nanti bisa dicarikan solusi terbaik demi kemajuan SRG ke depannya,” jelasnya.

Taukhid mengharapkan keberadaan SRG ini harusnya bisa menjadi salah satu wahana bagi masyarakat terutama bagi produsen gabah dan beras ketika menghadapi panen raya yang menyebabkan harga turun.

“Setidaknya mereka bisa menyimpan dulu hasil panennya di gudang SRG sehingga tidak bisa didikte oleh pasar. Harapannya, SRG yang diselenggarakan oleh pemerintah ini bisa memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat, terutama dalam mengendalikan kemungkinan intervensi pihak lain dalam masalah harga,” tegasnya.

Sementara Pengelola Gudang SRG Alassumur Kulon Prabowo menyambut sangat antusias sekali atas kedatangan dari Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur. Hal ini membuktikan perhatian pemerintah terhadap petani sangat luar biasa.

“Harapan kami nantinya SRG bersama-sama dengan petani bisa menjaga kestabilan harga dan bisa memberikan keuntungan yang lebih bagus saat ada harga jatuh. Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dari Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur. Artinya disini pemerintah benar-benar ada disaat masyarakat membutuhkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Prabowo mengaku sangat mendukung dengan akan adanya pemberlakuan subsidi bunga untuk sistem resi gudang kepada petani saat harga jatuh. Harapannya, petani bisa memanfaatkan semaksimal mungkin program ini.

“Program yang diberikan pemerintah berupa bunga bersubsidi ini tidak memberatkan petani serta bisa meminjam dan mengembangkan usahanya. Harapannya akan lebih banyak petani yang bisa bergabung dengan SRG dan bisa merasakan program dari pemerintah berupa subsidi untuk bunganya,” terangnya.

Sedangkan Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan SRG merupakan tempat untuk menghimpun hasil panen petani pada saat harga jatuh di musim panen raya agar bisa mendapatkan modal dengan bunga yang rendah 6 persen dengan menitipkan gabah dan beras di gudang SRG.

“Dengan SRG ini petani selaku penyimpan gabah dan beras bisa tunda-jual untuk mendapatkan harga yang lebih baik serta mendapatkan akses pembiayaan perdagangan yang mudah dan murah. SRG ini bertujuan untuk memfasilitasi petani untuk memperoleh pembiayaan dari bank dengan memanfaatkan resi gudang sebagai jaminan/agunan,” katanya.

Menurut Anung, selama ini SRG sudah siap untuk menerima gabah dan beras dari petani. Kebetulan SRG sudah menerbitkan dua resi untuk mengawali dan masih ada beberapa yang belum diterbitkan karena masih menunggu proses.

“Dengan adanya SRG ini diharapkan bisa mengembalikan geliat ekonomi serta memberikan nilai tambah kepada pengusaha pergudangan dan para petani melalui penerbitan resi gudang sebagai jaminan peminjaman modal di perbankan,” pungkasnya. (wan)