Depan > Pemerintahan > Kabupaten Situbondo Belajar Best Practise Penyelenggaraan Pilkades Serentak

Kabupaten Situbondo Belajar Best Practise Penyelenggaraan Pilkades Serentak

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak dengan aman dan lancar mengundang keingintahuan daerah lain untuk datang berkunjung dan belajar.

Rabu (22/6/2022), rombongan Komisi I DPRD Kabupaten Situbondo melakukan study banding terkait best practice penyelenggaraan Pilkades di Kabupaten Probolinggo. Rombongan sejumlah 8 orang itu dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Situbondo Hadi Priyanto.

Kedatangan rombongan Komisi I DPRD Kabupaten Situbondo ini disambut oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto di ruang pertemuan Jabung 3 Kantor Bupati Probolinggo.

Turut menerima dalam kesempatan tersebut Kabag Hukum Setda Kabupaten Probolinggo Priyo Siswoyo, Kepala Bidang Penataan Desa DPMD Kabupaten Probolinggo Nur Rachmad Sholeh serta Pejabat Fungsional terkait.

Seperti diketahui bahwa pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Probolinggo setelah berlakunya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dengan pengelompokan putaran pertama gelombang 1 tahun 2015 sebanyak 252 desa, gelombang 2 tahun 2019 sebanyak 12 desa dan gelombang 3 tahun 2020 sebanyak 61 desa serta putaran kedua gelombang 1 tahun 2022 sebanyak 249 desa.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Situbondo Hadi Priyanto mengungkapkan selain untuk mempererat tali silaturahim diantara dua daerah, kedatangannya di Kabupaten Probolinggo bertujuan untuk menimba ilmu terkait dengan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam menggelar pilkades serentak dengan aman dan lancar.

“Semoga dengan kunjungan ini kami bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dan masukan apa saja kunci sukses yang telah dilakukan sehingga Kabupaten Probolinggo bisa menggelar pilkades serentak dengan baik,” ujarnya.

Sementara Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan penyelenggaraan pilkades di Kabupaten Probolinggo yang dilaksanakan amanah dan aman Covid-19 menjadi best practise dan menarik bagi legislatif dari daerah tetangga ini untuk studi beberapa regulasi mengingat Kabupaten Situbondo juga akan menyelenggarakan pilkades serentak sebanyak 17 desa di tahun ini.

“Sebagai dua daerah yang mempunyai kesamaan kultur, potensi dan kesamaan peluang untuk pelaksanaan praktek pemerintahan yang baik maka dirasa sangat perlu untuk kedepan saling berdialog dan diskusi dalam pengembangan kawasan yang berdampingan,” katanya.

Edy mengharapkan agar dari kegiatan ini kedua daerah sama-sama berikhtiar dalam pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat dapat sejalan seiring yang tujuan akhirnya terwujudnya kesejahteraan masyarakat. (wan)