Tuesday, October 26, 2021
Depan > Pemerintahan > Kab. Probolinggo Kembali Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak

Kab. Probolinggo Kembali Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Kabupaten Probolinggo kembali menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Tingkat Pratama tahun 2019 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia. Prestasi serupa juga diterima Kabupaten Probolinggo pada tahun 2017 dan 2018.

Penghargaan kali ketiga secara berturut-turut ini diterima oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono dari Menteri PPPA Republik Indonesia Yohana Susana Yambise pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2019 di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (23/7/2019).

Ada lima kategori KLA dari Kementerian PPPA yang tiap tahun diberikan kepada daerah yang dinilai berkomitmen terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak. Dimulai dari Pratama, Madya, Nindya, Utama dan KLA (Paripurna).

Menteri PPPA RI Yohana Susana Yambise menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kabupaten, kota dan provinsi yang mendapat penghargaan. Kedepan diharapkan jumlah dan kualitasnya lebih meningkat. Karena secara nasional, pihaknya menargetkan tahun 2030 Indonesia sudah mencapai layak anak. “Syaratnya, seluruh kabupaten kota harus 100 persen menjadi KLA,” katanya.

Sementara Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengaku sangat bersyukur atas penghargaan Kabupaten Layak Anak yang diterima oleh Kabupaten Probolinggo walaupun masih berada pada tingkat Pratama tiga tahun berturut-turut.

“Alhamdulillah, untuk ketiga kalinya secara berturut-turut Kabupaten Probolinggo meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Pratama. Penghargaan ini merupakan wujud bahwa kita berkomitmen untuk pembangunan yang memenuhi hak-hak anak. Kita akan berupaya bagaimana pada tahun-tahun mendatang bisa lebih meningkat lagi untuk stratanya,” ungkapnya.

Menurut Shodiq, pihaknya akan tetap berkomitmen bagaimana kewajibannya tetap mempertahankan dan meningkatkan bahwa pemenuhan hak anak, mendengarkan suara anak dan partisipasi anak dalam pembangunan harus ditingkatkan. Karena hal itu merupakan kewajiban dari Pemerintah Daerah. Harapan ke depan bisa lebih meningkat dan bisa naik stratanya madya, nindya maupun utama.

“Dalam penghargaan Kabupaten Layak Anak ini juga ada penghargaan lain seperti puskesmas ramah anak, sekolah ramah anak, tempat ibadah ramah anak, taman bermain ramah anak dan lain sebagainya. Kami akan berupaya bagaimana ke depan semuanya bisa terwujud. Mohon doa dan dukungannya mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPPKB Kabupaten Probolinggo Amalia Etiq Primahayu mengatakan untuk mewujudkan KLA di Kabupaten Probolinggo tidak bisa bekerja sendiri tetapi perlu sinergi dengan OPD lain sehingga kemudian dibentuk Gugus Tugas KLA Kabupaten Probolinggo.

“Gugus Tugas KLA ini dilakukan sesuai dengan Keputusan Bupati Probolinggo Nomor 411.3/852/426.32/2017 Tentang Pembentukan Gugus Tugas KLA periode 2017-2019. Kemudian dibagi dalam 5 (lima) klaster meliputi klaster I (hak sipil dan kebebasan), klaster II (lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif), klaster III (kesehatan dasar dan kesejahteraan), klaster IV (pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya) dan klaster V (perlindungan khusus). Diluar itu juga ada klaster umum berupa penguatan kelembagaan,” katanya.

Menurut Amalia, nilai paling tinggi dalam penilaian KLA adalah keberadaan Perda (Peraturan Daerah). Sementara hingga saat ini Kabupaten Probolinggo masih belum memiliki Perda KLA.

“Fokus utama dari KLA ini diantaranya pemenuhan hak anak, angka kematian ibu dan anak, keberadaan kabupaten sehat, perkawinan anak dan lain sebagainya. Namun semua itu harus ada bukti fisik dan hitam diatas putih. Yang harus dibenani supaya ada peningkatan adalah keberadaan Perda KLA dan inovasi setiap klaster,” terangnya.

Dengan diterimanya penghargaan KLA ini Amalia mengharapkan anak-anak Kabupaten Probolinggo menjadi anak yang mumpuni di semua bidang dan tahun-tahun mendatang bisa zero accident terkait permasalahan anak.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar lebih memaknai penguatan keluarga, karakter anak dan menjadikan anak sebagai asset utama dari sisi kehidupan. Sebab kalau keluarganya kuat, maka anak-anak akan menjadi berkualitas mulai dari bidang pendidikan, lingkungan dan lain sebagainya sehingga menjadi anak yang ber SDM dan luar biasa,” pungkasnya. (wan)