Reporter : Syamsul Akbar
SURABAYA – Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo berhasil meraih juara 3 dalam Lomba Sinergisitas Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan (SP2K) Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2022.
Kepastian tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/966/KPTS/013/2022 Tentang Juara Sinergisitas Penyelenggaraan Pemerintahan di Kecamatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2022.
Penghargaan tersebut diterima oleh Camat Tongas Abdul Ghafur dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono didampingi Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekda Provinsi Jawa Timur Jempin Marbun di ruang rapat Bhinaloka Adikara Surabaya, Rabu (28/12/2022).
“Alhamdulillah, Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo meraih juara 3 Lomba Sinergisitas Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan Tingkat Provinsi Jawa Timur. Terima kasih semoga manfaat bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” kata Abdul Ghafur.
Dalam Lomba SP2K Tingkat Provinsi Jawa Timur ini, Ghafur menginisiasi inovasi Si Gercep Dini atau Sinergi Gerak Cepat Cegah Pernikahan Dini. Inovasi ini dilakukan karena pernikahan dini menjadi salah satu penyebab tingginya stunting.
“Dalam pernikahan dini, wawasan orang tua akan pola asuh serta kesiapan biologis fisik ibu yang masih minim bisa meningkatkan risiko stunting pada bayi. Sayangnya pernikahan dini masih banyak terjadi di masyarakat. Utamanya pada masyarakat berpenghasilan dan tingkat pendidikan rendah serta budaya patriarki tinggi, pernikahan dini masih kerap terjadi,” jelasnya.
Menurut Ghafur, tahun 2020 ada sebanyak 171 pernikahan dini dari 14 desa yang ada di Kecamatan Tongas. Jumlah anak stunting juga termasuk tinggi. Tahun 2019 di Kecamatan Tongas terdapat 734 anak stunting, 134 anak di antaranya merupakan anak dari pasangan pernikahan dini sekitar 18,26%. Tahun 2020 jumlahnya meningkat menjadi 612 anak dengan 119 diantaranya dari pasangan pernikahan dini atau 19,44 %.
“Melalui inovasi Si Gercep Dini ini, jumlah pernikahan dini bisa diminimalisasi. Tahun 2020 jumlah pernikahan mencapai 171 pernikahan. Tahun 2021 turun menjadi 155 pernikahan dan pada tahun 2022 per September berdasarkan data dari KUA Tongas ada 138 pernikahan dini. Penurunan pernikahan dini ini diikuti dengan penurunan jumlah anak dengan kondisi stunting,” terangnya.
Ghafur mengaku sangat bersyukur karena inovasi Si Gercep Dini ini bisa menurunkan stunting di wilayah Kecamatan Tongas. “Mudah-mudahan kasus stunting di Kecamatan Tongas pada khususnya dan Kabupaten Probolinggo pada umumnya bisa diturunkan melalui pencegahan pernikahan dini,” pungkasnya. (wan)
