Wednesday, October 20, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Jumlah Koperasi Capai 785 Unit

Jumlah Koperasi Capai 785 Unit

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Jumlah koperasi di Kabupaten Probolinggo sebanyak 785 unit. Dari jumlah tersebut, koperasi aktif sebanyak 620 unit dan koperasi tidak aktif sebanyak 165 unit. Aset koperasi mencapai Rp 326.625.594.776 dan omset koperasi sebesar Rp 568.864.669.600. Hingga kini jumlah anggota koperasi mencapai 93.430 orang dan tenaga kerja sebanyak 812 orang

Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Organisasi dan Tata Laksana Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Mochamad Iqbal Mahardiyani dalam kegiatan rapat koordinasi (rakor) rebranding koperasi di aula Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Probolinggo, Selasa (3/9/2019).

“Dari hasil pemetaan koperasi yang kami lakukan, untuk sektor produsen sebanyak 94 koperasi, konsumen sebanyak 555 koperasi, pemasaran sebanyak 3 koperasi, jasa sebanyak 4 koperasi dan simpan pinjam sebanyak 129 koperasi,” katanya.

Sesuai dengan karakteristik koperasi jelas Iqbal, koperasi adalah badan hukum dan berbadan usaha, prinsip koperasi merupakan landasan pokok koperasi, anggota koperasi memiliki identitas ganda (sebagai pemilik dan pelanggan), dimiliki anggota yang bergabung atas kepentingan ekonomi yang sama serta membangun usaha bersama atas dasar kekuatannya sendiri berasas kekeluargaan dan prinsip koperasi.

“Selain itu, koperasi didirikan, dimodali, dibiayai, diatur dan diawasi serta dimanfaatkan sendiri oleh anggotanya. Tugas pokok badan usaha koperasi adalah menunjang kepentingan ekonomi anggotanya untuk memajukan kesejahteraan anggota. Jika terdapat kelebihan kemampuan pelayanan koperasi kepada anggotanya, maka dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang bukan anggota koperasi,” jelasnya.

Iqbal menerangkan, badan hukum bidang ekonomi di Indonesia terbagi menjadi 2 (dua). Yakni, koperasi dan Perseroan Terbatas (PT). “Sesuai dengan jenisnya, koperasi terbagi atas produsen, konsumen, pemasaran, jasa dan simpan pinjam,” terangnya.

Menurut Iqbal, rebranding koperasi ini akan dilakukan kepada perguruan tinggi, gerakan koperasi, generasi milenial dan organisasi pemuda/komunitas yang ada di Kabupaten Probolinggo. “Rebranding koperasi ini bisa dilakukan melalui penerapan kurikulum kewirausahaan berbasis koperasi, koperasi digital, start up koperasi dan komunitas koperasi,” pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta terdiri dari Pimpinan Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Probolinggo, Rektor Universitas Panca Marga, Rektor Universitas Zainul Hasan Genggong, Rektor Universitas Nurul Jadid, Rektor Akademi Manajemen Informatika (AMIK), pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kabupaten Probolinggo, pengurus Karang Taruna Kabupaten Probolinggo serta Generasi Milenial Indonesia Probolinggo. (wan)