Reporter : Syamsul Akbar
SUKAPURA – Sebagai upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Tengger yang akan melaksanakan ritual Yadnya Kasada, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo melakukan perbaikan rambu-rambu lalu lintas dan penggantian lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan Kecamatan Sukapura.
Kegiatan ini merupakan sebuah terobosan dan gebrakan baru yang dilakukan oleh Dishub Kabupaten Probolinggo dalam rangka mendukung warga Tengger yang akan merayakan Yadnya Kasada.
Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengatakan perbaikan rambu-rambu lalin dan penggantian lampu PJU di Kecamatan Sukapura ini bertujuan untuk menghindari terjadinya kecelakaan dan pengunjung wisatawan Gunung Bromo merasa aman dan nyaman.
“Dengan tercukupinya rambu-rambu lalu lintas dan lampu PJU, pengunjung obyek wisata Gunung Bromo merasa nyaman dalam menikmati rangkaian Yadnya Kasada. Selain itu, masyarakat Tengger merasa aman dan nyaman melaksanakan ritual Yadnya Kasada,” katanya.
Menurut Taufik, selama ini banyak para pengguna jalan yang melintas di kawasan Kecamatan Sukapura yang melanggar rambu-rambu lalu lintas. Sebenarnya mereka sudah tahu, tetapi memang ada kecenderungan untuk melanggar. “Sudah tahu tidak boleh lurus karena jalan tanjakan, masih saja lurus. Jalannya ekstrem, makanya diarahkan ke jalan yang lebih landai,” jelasnya.
Selain di Kecamatan Sukapura jelas Taufik, perbaikan rambu-rambu lalu lintas dan penggantian lampu PJU juga dilakukan di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo. Pasalnya rambu-rambu lalu lintas dan lampu PJU tersebut sudah banyak yang rusak.
“Kerusakan rambu-rambu lalu lintas dan PJU ini disebabkan oleh alam dan manusia. Oleh alam bisa disebabkan oleh hujan deras dan angin. Sementara oleh manusia, biasanya sengaja ada yang menabrak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” terangnya.
Lebih lanjut Taufik menerangkan perbaikan rambu-rambu lalu lintas dan PJU ini dilakukan oleh Dishub pada siang maupun malam hari, baik panas maupun hujan dengan harapan masyarakat tetap bisa menerima manfaat dari PJU dan rambu-rambu lalu lintas yang ada.
“Agar masyarakat bisa merasakan manfaat dari PJU dan rambu-rambu lalu lintas, personil Dishub siang malam kerja tidak mengenal panas dan hujan. Kita berusaha seoptimal mungkin memberikan layanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Taufik menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi peraturan atau rambu-rambu lalu lintas yang ada demi keselamatan bersama, tidak hanya dirinya sendiri tetapi juga orang lain. “Paling tidak masyarakat bisa ikut menjaga, karena ini milik bersama. Oleh karena itu masyarakat juga harus merasa ikut memiliki. Marilah kita rawat bersama karena ini milik kita sendiri,” pungkasnya. (wan)
