SUKAPURA – Program Jejak Lentera yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo mulai diterapkan dengan melibatkan guru Bahasa Indonesia dan siswa SMP dalam latihan menulis cerita.
Implementasi perdana program tersebut berlangsung di SMPN 1 Sukapura, Kamis (17/9/2026). Kegiatan melibatkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kecamatan Sukapura, guru Bahasa Indonesia serta 10 siswa SMPN 1 Sukapura sebagai peserta latihan menulis.
Jejak Lentera merupakan gerakan literasi Disdikdaya Kabupaten Probolinggo untuk menghimpun, mendokumentasikan, sekaligus mengapresiasi karya cerita pendek (cerpen) siswa SMP negeri maupun swasta.
Program tersebut menargetkan terkumpulnya 1.000 karya cerpen siswa dari berbagai SMP di Kabupaten Probolinggo. Selain menjadi wadah karya, Jejak Lentera diarahkan untuk membangun kebiasaan siswa dalam membaca dan menulis.
Kegiatan di SMPN 1 Sukapura diisi dengan penguatan teknik mengembangkan ide dan menulis cerita. Guru pendamping dan siswa mendapatkan arahan mengenai proses mengolah gagasan menjadi karya cerita.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati mengatakan, kegiatan Jejak Lentera di SMPN 1 Sukapura menjadi langkah awal untuk menggerakkan guru dan siswa agar aktif menghasilkan karya tulis.
“Kegiatan Jejak Lentera sudah diimplementasikan utamanya di Kecamatan Sukapura. MKKS luar biasa, guru-guru pendamping Bahasa Indonesia dan 10 siswa yang dilibatkan untuk latihan bersama menuliskan cerita,” katanya.

Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam mendampingi siswa mengembangkan kemampuan menulis. Karena itu, dalam kegiatan tersebut guru juga mendapatkan penguatan mengenai teknik penulisan serta rencana pengembangan program selanjutnya.
“Karya-karya siswa nanti semuanya akan dimasukkan atau di-upload dalam link yang sudah disediakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.
Like berharap Jejak Lentera dapat berkembang di seluruh SMP, baik negeri maupun swasta, sehingga semakin banyak karya siswa yang berhasil dihimpun. “Harapan ke depan kita menghasilkan banyak karya dari semua SMP, baik negeri dan swasta yang ada di Kabupaten Probolinggo untuk terus berkarya menulis melalui Jejak Lentera ini,” terangnya.
Ia menilai kegiatan menulis tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga dapat mendorong siswa untuk meningkatkan kebiasaan membaca. “Harapannya dengan Jejak Lentera akan meningkatkan kreativitas siswa. Dengan menulis otomatis anak-anak akan membaca, sehingga akan meningkat untuk literasi yang ada di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.
Like menambahkan partisipasi dari setiap satuan pendidikan menjadi bagian penting agar gerakan tersebut dapat berjalan secara serentak. “Semoga dengan waktu atau masa yang sudah kami tentukan dari hasil kegiatan di MKKS, semua berpartisipasi dari tiap-tiap SMP dari 24 kecamatan. Semuanya melakukan aksi serentak untuk anak-anak kita dilatih menulis mulai kelas 7, 8 sampai 9,” tambahnya.
Karya yang dihasilkan siswa nantinya akan mendapatkan apresiasi berupa sertifikat dari satuan pendidikan. Khusus siswa kelas 9, karya dan pengalaman menulis tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari portofolio yang mendukung perjalanan mereka menuju jenjang pendidikan berikutnya.
“Ke depannya semua karya dari anak-anak akan kita apresiasi berupa sertifikat yang akan diberikan oleh satuan pendidikan sebagai penunjang untuk ke depan menuju sekolah lanjutan berikutnya,” pungkasnya.
Melalui Jejak Lentera, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo menempatkan karya siswa sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas melalui tulisan. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
