Thursday, October 8, 2026
Depan > Berita Terkini > Jamin Kelayakan Daging Kurban, Diperta Kabupaten Probolinggo Lakukan Pemeriksaan Post Mortem

Jamin Kelayakan Daging Kurban, Diperta Kabupaten Probolinggo Lakukan Pemeriksaan Post Mortem

KRAKSAAN – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo memperketat pemeriksaan kesehatan hewan kurban melalui pengawasan sebelum dan sesudah penyembelihan guna memastikan daging kurban aman dikonsumsi masyarakat pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto saat menjadi narasumber podcast di LPPL Radio Bromo FM, Kamis (28/5/2026).

Dalam dialog yang dipandu penyiar Shasa di Kantor Radio Bromo FM Jalan Raya Rengganis Nomor 1 Gedung Islamic Center Kraksaan tersebut, Niko menegaskan pemeriksaan post mortem sangat penting dilakukan setelah proses penyembelihan hewan kurban.

“Yang paling utama sebelum penyembelihan adalah memastikan hewan kurban memenuhi syarat usia dan dalam kondisi sehat. Setelah penyembelihan juga jangan lupa dilakukan pemeriksaan post mortem, terutama pada organ dalam seperti hati,” katanya.

Menurutnya, pemeriksaan organ hati perlu dilakukan panitia kurban maupun takmir masjid untuk mengantisipasi penyakit cacing hati yang dapat membahayakan kualitas daging kurban.

“Kemarin kami menemukan dua ekor sapi yang terindikasi penyakit cacing hati. Ciri-cirinya terdapat benjolan kecil-kecil pada organ hati,” jelasnya.

Diperta Kabupaten Probolinggo juga terus melakukan edukasi kepada panitia kurban mengenai sanitasi, tata cara penyembelihan dan penanganan daging sesuai standar kesehatan hewan dan syariat Islam.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto (kiri) saat melakukan podcast di Studio LPPL Radio Bromo FM. (Foto : Kominfo/Bromo FM)

“Harapan kami, 330 desa minimal memahami empat hal utama, yaitu memiliki juru sembelih, sanitasi yang jelas dan bersih, tata cara penyembelihan yang benar serta pembungkusan daging kurban yang tidak menggunakan plastik berwarna,” tegasnya.

Selain itu, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PHDI) Cabang Kabupaten Probolinggo juga telah memberikan pelatihan kepada takmir masjid terkait penyembelihan hewan kurban yang higienis dan sesuai prosedur.

“Kami berharap nantinya ada kompetensi atau lomba penyembelihan hewan kurban supaya kemampuan para panitia terus meningkat. Jangan pernah berhenti belajar, terutama terkait sanitasi dan ketahanan pangan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Niko juga mengingatkan pentingnya penggunaan pisau tajam saat proses penyembelihan sebagai bentuk kepedulian terhadap hewan kurban.

“Sebelum penyembelihan, pastikan pisaunya benar-benar tajam. Kita juga harus peduli terhadap rasa sakit hewan,” ungkapnya.

Niko juga menghimbau masyarakat mencuci daging kurban menggunakan air bersih mengalir sebelum diolah dan memastikan lokasi penyembelihan dibersihkan serta didisinfeksi setelah digunakan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia kurban yang telah membantu kelancaran pelaksanaan Idul Adha tahun ini. Kami berterima kasih kepada seluruh panitia kurban yang dengan ikhlas membantu pelaksanaan Idul Adha tahun ini,” pungkasnya.***

Penulis : Desi Siti Nur Aisyah
Editor : Tim Bromo Info