Sunday, September 26, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Jadikan SMPN 1 Dringu Sebagai Rumah Isolasi

Jadikan SMPN 1 Dringu Sebagai Rumah Isolasi

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo terus bertambah. Bahkan per 1 Juli 2021, terjadi penambahan kasus baru sebanyak 23 orang sehingga total kasus aktifnya mencapai 143 orang.

Semakin bertambahnya kasus Covid-19 berdampak kepada ketersediaan rumah isolasi bagi orang terkonfirmasi positif Covid-19 yang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Sebagian besar rumah isolasi yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah 100% terisi.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Probolinggo pun mengambil opsi menjadikan lembaga pendidikan sebagai rumah isolasi bagi para OTG. Salah satunya adalah SMP Negeri 1 Dringu.

Kamis (1/7/2021) sore, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono, Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono dan Forkopimka Dringu meninjau SMP Negeri 1 Dringu.

“SMP Negeri 1 Dringu kami pilih karena rumah isolasi yang ada di Kabupaten Probolinggo sudah terisi 100%. Semalam kami hanya mempunyai sisa 21 Tempat Tidur (TT). Padahal setiap rilis ada pasien positif sekitar 20 orang,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Dyah Kuncarawati.

Koordinator Kuratif Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo ini menerangkan nantinya ada 5 (lima) ruangan yang akan digunakan sebagai ruang isolasi yang masing-masing berisi 6 kasus, sehingga totalnya tersedia 30 tempat tidur.

“Mulai malam ini, SMP Negeri 1 Dringu akan digunakan sebagai rumah isolasi bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan OTG. Kami memohon kerja sama kepada masyarakat untuk membantu tugas Pemerintah Daerah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 5M dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menyampaikan penyediaan lembaga pendidikan sebagai salah satu opsi rumah isolasi terpaksa dilakukan oleh Pemkab Probolinggo sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. “Saya mengimbau kepada Satgas Covid-19 kecamatan supaya mempersiapkan rumah-rumah isolasi baru,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, dengan melihat perkembangan kasus Covid-19 di Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo masuk dalam zona kuning atau resiko rendah. Meskipun demikian, selama daerah sekitar atau daerah Kabupaten Probolinggo masih ada penambahan kasus yang sifnifikan berarti kondisi masyarakat belum bisa dikatakan aman.

“Alhamdulillah Kabupaten Probolinggo ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dari zona oranye menjadi zona kuning. Kita berharap dan berikhtiar zona kuning ini bisa terus kita pertahankan tentu dengan ketidaklengahan kita dan tidak memandang sebelah mata Covid-19,” pungkasnya. (wan)