Thursday, October 28, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Lima Unit Usaha Produk Hewan Jalani Audit NKV

Lima Unit Usaha Produk Hewan Jalani Audit NKV

Reporter : Wahed Efendi
GENDING – Sebanyak 5 (lima) unit usaha produk hewan di Kabupaten Probolinggo menjalani audit Nomor Kontrol Veteriner (NKV), Selasa (3/11/2020) oleh Tim Audit NKV Provinsi Jawa Timur.

Kelima unit usaha produk hewan tersebut diantaranya gudang pendingin di Kecamatan Gending milik Hj. Jamila, Unit Pengolahan Susu (Rumah Susu) dan penampungan susu (TPS Bremi 2 dan TPS Tambelang 2) di Kecamatan Krucil milik KUD Argopuro Krucil dan Budidaya Unggas Petelur di Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura.

Tim Audit NKV Provinsi Jawa Timur sebanyak 4 (empat) orang ini dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur drh. Yuliani Poliswari bersama pendamping dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo sejumlah 4 (empat) orang yang dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran drh Yukti Widiatmaningsih dan Kasi Kesmavet DPKH Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto.

Dasar hukum kegiatan adalah Undang-undang (UU) 18 Tahun 2009 Jo. UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesmavet dan Kesrawan serta Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Sertifikasi NKV Unit Usaha Produk Hewan.

“Audit NKV 5 (lima) unit usaha di Kabupaten Probolinggo yang bergerak di produk hewan di Kecamatan Gending, Krucil dan Sukapura apakah sesuai dengan standart hiegiene sanitasi yang dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi melalui Kasi Kesmavet drh. Nikolas Nuryulianto.

Dari hasil kegiatan ini jelas Niko, unit usaha gudang pendingin di Kecamatan Gending milik Hj. Jamila mendapatkan NKV level 3. Artinya, unit usaha ini sudah menerapkan hiegeine sanitasi dalam proses produk hewan sehingga bisa mengirimkan produk hewannya antar kabupaten dalam satu provinsi.

“Unit usaha gudang pendingin milik Hj. Jamila ini masih bisa naik ke level 2 apabila mencukupi sarana prasarana yang disampaikan oleh tim audit NKV Provinsi Jawa Timur sampai bulan Desember,” jelasnya.

Unit usaha pengolahan susu (rumah susu) Krucil di Kecamatan Krucil meraih NKV level 1. Artinya produk hewan yang dikeluarkan oleh rumah susu Krucil sudah memenuhi standart hiegine sanitasi dan bisa di eksport ke luar negeri.

“Untuk unit usaha penampungan susu (TPS) Bremi 2 dan Tambelang 2 meraih NKV level 2 (dua). Artinya unit usaha penampungan susu Bremi 2 dan Tambelang 2 sudah bisa mengirimkan produknya antar provinsi,” terangnya.

Sementara unit usaha unggas petelur yang ada di Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura milik CV Arya Agro Wijaya kembali meraih NKV level 1 (satu). Artinya produk hewan yang dikeluarkan oleh CV Arya Agro Wijaya bisa di eksport ke luar negeri karena sudah memenuhi persyaratan hiegine sanitasi yang sangat baik sesuai penilaian tim audit NKV Provinsi Jawa Timur.

Kabupaten Probolinggo sejak tahun 2017 sampai 2020 sudah memiliki 10 unit usaha yang ber-NKV, dengan perincian NKV level 1 ada tiga meliputi CV Arya Agro Wijaya Sukapura memiliki NKV level 1 sebanyak 2 (dua). Yakni, unit usaha unggas petelur dan unit usaha pengemasan telur dan rumah susu Kecamatan Krucil. NKV level 2 ada 5 meliputi TPS Krucil 1 dan 2, TPS Bremi 2 dan TPS Tambelang 2 serta PT Surya Jaya Abadi Perkasa Kecamatan Sumberasih. Sementara NKV level 3 ada 2 yaitu gudang pendingin di Kecamatan Gending dan Kecamatan Maron.

“Harapannya setiap unit usaha yang bergerak di bidang produk hewan (daging, telur dan susu) maupun olahan produk hewan, sebaiknya ber-NKV untuk menjamin hiegine sanitasi produk hewan/olahan produk hewan sesuai dengan peraturan yang berlaku yang beredar dan akan dikonsumsi oleh masyarakat luas khususnya di Kabupaten Probolinggo,” harapnya. (Hed)