Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > IPSI Kabupaten Probolinggo Wadah 562 Atlet Muda Adu Prestasi di Open Tournament Pencak Silat

IPSI Kabupaten Probolinggo Wadah 562 Atlet Muda Adu Prestasi di Open Tournament Pencak Silat

KRAKSAAN – Sebanyak 562 atlet pencak silat dari berbagai jenjang pendidikan dan kategori umum mengikuti Open Tournament Pencak Silat yang digelar Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Probolinggo di GOR Sasana Krida Kraksaan.

Turnamen yang bilanguage selama empat hari, Kamis hingga Minggu (1–4/10/2026) tersebut mempertandingkan 40 kelas dengan peserta dari tingkat SD, SLTP, SLTA hingga mahasiswa dan umum.

Besarnya jumlah peserta dalam Open Tournament Pencak Silat tersebut menunjukkan adanya ruang kompetisi bagi atlet pencak silat untuk bisa mengukur kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman bertanding.

Dari hasil Open Tournament tersebut, juara umum pertama diraih oleh perguruan pencak silat PBDNJ. Juara umum kedua diraih oleh SH Terate dan juara umum ketiga diraih oleh Perisai Diri.

Ketua Pengkab IPSI Kabupaten Probolinggo Achmad Febrianto mengatakan turnamen tersebut menjadi wadah bagi atlet-atlet muda untuk mendapatkan kesempatan bertanding sekaligus mengembangkan kemampuan dan prestasi di cabang olahraga pencak silat. “Open Tournament Pencak Silat ini kami gelar untuk mewadahi dan memberikan kesempatan kepada atlet-atlet muda untuk berprestasi,” ujarnya.

Salah satu pertandingan dalam Open Tournament Pencak Silat yang digelar Pengkab IPSI Probolinggo di GOR Sasana Krida Kraksaan. (Foto : IPSI)

Menurut Febru, kesempatan mengikuti pertandingan menjadi bagian penting bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan yang telah diperoleh selama menjalani latihan. “Kompetisi ini menjadi ruang bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam pertandingan,” jelasnya.

Febri berharap para atlet pencak silat di Kabupaten Probolinggo dapat menjaga konsistensi latihan setelah mengikuti turnamen tersebut. Konsistensi tersebut diharapkan menjadi modal untuk meningkatkan kemampuan sekaligus meraih prestasi pada tingkat yang lebih tinggi. “Harapannya, semoga atlet-atlet muda pencak silat di Kabupaten Probolinggo bisa konsisten berlatih sehingga bisa menorehkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi,” terangnya.

Lebih lanjut Febri menegaskan keberadaan turnamen seperti ini dapat terus menjadi bagian dari pembinaan atlet muda. Para pesilat tidak hanya dituntut mampu bertanding, tetapi juga menjaga semangat berlatih secara konsisten untuk meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi yang lebih tinggi.

“Bagi atlet muda, pengalaman bertanding menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan. Melalui kompetisi, mereka memiliki kesempatan untuk menguji hasil latihan sekaligus membangun mental bertanding,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info