KRAKSAAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 tahun 2026 dengan mengusung tema “Akselerasi Mutu Komitmen Berkelanjutan”, Selasa (6/1/2026). Peringatan ini dirangkaikan dengan peresmian hasil pekerjaan konstruksi tahun 2025 sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Asoka Lantai 3 RSUD Waluyo Jati tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Mohammad Anggidigdo, Wakapolres Probolinggo Kompol Haris Darma Sucipto, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo Ning Ayu Novita Rahmawati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo serta Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati.
Turut hadir jajaran Forkopimka Kraksaan, direktur rumah sakit daerah sekitar, organisasi profesi kesehatan seperti IDI, IBI dan PPNI, para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo serta seluruh civitas hospitalia RSUD Waluyo Jati.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen RSUD Waluyo Jati juga menyerahkan berbagai penghargaan kepada tenaga kesehatan berprestasi serta memberikan tali asih kepada keluarga besar RSUD Waluyo Jati yang telah memasuki masa purna tugas.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan mutu pelayanan RSUD Waluyo Jati seiring bertambahnya usia rumah sakit yang kini menginjak 44 tahun.
“Alhamdulillah, RSUD Waluyo Jati sudah berusia 44 tahun. Harapan kami rumah sakit ini harus terus bertumbuh dan berkembang. Dari sisi pelayanan dan profesionalisme, tidak boleh kalah dengan rumah sakit swasta,” ujarnya.
Meski demikian, Bupati Haris menekankan pentingnya RSUD Waluyo Jati tetap menjaga jati dirinya sebagai rumah sakit rakyat yang memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Rumah sakit ini harus memiliki kekhasan dan spesifikasi layanan unggulan. Tetapi jangan pernah lupa, RSUD Waluyo Jati adalah rumah sakit rakyat, tempat masyarakat menggantungkan harapan,” tegasnya.
Sementara Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati menyampaikan sepanjang tahun 2025, rumah sakit mendapatkan dukungan enam pekerjaan fisik strategis yang bertujuan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
“Di tahun 2025, RSUD Waluyo Jati mendapatkan enam pekerjaan fisik. Mulai dari pembangunan Gedung Rekam Medik lantai dua, pembangunan ICVCU yang terintegrasi dengan ruang Cath Lab, pembangunan kamar jenazah, ruang sitotoksik, gedung Durlop dua lantai serta paving area SD di belakang rumah sakit,” ungkapnya.
Yessi menambahkan, seluruh pekerjaan fisik tersebut telah rampung dan saat ini memasuki tahap penataan interior serta kelengkapan pendukung sebelum dioperasionalkan secara optimal. “Secara fisik sudah selesai. Tinggal pengisian dan penataan bagian dalam. Insya Allah dalam waktu dekat semuanya bisa segera difungsikan,” lanjutnya.
Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Waluyo Jati kini didukung oleh tiga dokter jantung, satu di antaranya telah memiliki kualifikasi konsultan kardiologi intervensi. “Saat ini satu dokter sudah konsultan, dua lainnya masih dokter jantung umum dan ke depan akan melanjutkan pendidikan subspesialis,” terangnya.
Dengan kelengkapan fasilitas, jumlah kamar operasi yang memadai serta posisi geografis yang strategis, RSUD Waluyo Jati optimistis dapat berkembang menjadi pusat rujukan layanan kesehatan, khususnya jantung di wilayah tapal kuda.
“Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar RSUD Waluyo Jati bisa menjadi center layanan kesehatan di wilayah ini dan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
