Tuesday, June 25, 2024
Depan > Informasi Layak Anak > Hari Kedua, Petugas Pelayanan OPD dan Puskemas Ikuti Pelatihan dan Praktek Pelayanan Publik Inklusi

Hari Kedua, Petugas Pelayanan OPD dan Puskemas Ikuti Pelatihan dan Praktek Pelayanan Publik Inklusi

Reporter : Mujiono
MALANG – Pelatihan Pelayanan Publik Inklusi yang diselenggarakan oleh Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Probolinggo berlanjut di hari yang kedua, Jum’at (31/5/2024) di ruang pertemuan Pinus Hotel Savana, Malang.

Pelatihan kali ini dikemas berbeda dengan pelatihan di hari yang pertama. Posisi duduk peserta melingkar atau mengelilingi narasumber yang berposisi berada di tengah sehingga pelatihan berlangsung lebih interaktif.

Dengan posisi ini, materi-materi yang disampaikan oleh para narasumber lebih mudah diterima dan lebih mudah dipahami oleh para peserta, baik petugas pelayanan publik yang berasal dari OPD maupun petugas pelayanan publik yang berasal dari Puskemas.

Materi pelatihan di hari kedua ini diisampaikan oleh narasumber dari Yayasan Paramitra Indonesia M. Fadholi yang akrab disapa Fafa. Pemateri berikutnya adalah Ketua Pelaksana Program GESIT – Pertuni Kabupaten Probolinggo Arizky Perdana Kusuma. Kedua pemateri mnyampaikan paparan seputar disabilitas.

Materi tersebut terdiri dari konsep disabilitas yang bertujuan membangun kesadaran dan komitmen bersama sehingga terwujud perubahan sikap dan pola pikir, meningkatkan pengetahuan tentang pembangunan yang inklusif yang aksesibel bagi masyarakat rentan.

Materi lainnya yaitu tentang standar fasilitas dan
aksesibilitas pada bangunan gedung dan lingkungan fasilitas pelayanan publik inklusi. Selanjutnya, materi tentang hambatan dalam pelayanan publik inklusi, pembangunan inklusi dan juga materi tentang etika berinteraksi terhadap penyandang disabilitas sekaligus pelaksanaan prakteknya.

Selain mendapatkan materi berupa penjelasan teori, di pelatihan hari kedua ini, peserta juga melakukan praktek pelayanan publik inklusi.

Pelatihan yang berlangsung dua hari itu ditutup secara resmi oleh Kepala Bagian Organisasi Susilo Isnadi. Pada sambutan penutupannya Susilo Isnadi menjelaskan tentang prinsip-prinsip umum dalam penyelenggaraan pelayanan publik inklusif ramah kelompok rentan yaitu harus responsif. Semua petugas pelayanan harus peka terhadap setiap situasi, kondisi dan karakter pengguna layanan ketika memberikan pelayanan.

Prinsip berikutnya adalah non diskriminasi yang artinya bahwa setiap pengguna layanan tanpa kecuali berhak mendapatkan layanan terbaik dari petugas dan unit penyelenggara
pelayanan publik. Menjaga privasi dan kerahasiaan untuk kondisi tertentu yang artinya bahwa penyelenggara pelayanan harus menyediakan tempat yang menjamin privasi pengguna layanan.

Prinsip-prinsip umum lainnya yaitu hubungan setara dan menghormati siapapun dan bagaimanapun latar belakang pengguna layanan. Petugas harus senantiasa menunjukkan rasa hormat dan hospitality yang baik serta tepat.

Selanjutnya adalah prinsip memberi rasa aman dan nyaman, yakni petugas pemberi layanan harus memastikan bahwa setiap pengguna layanan dalam keadaan aman dan nyaman dalam menyampaikan informasi yang dibutuhkan hingga selesai mendapatkan pelayanan.

“Prinsip berikutnya adalah menghargai perbedaan individu (individual differences), artinya setiap individu harus dipandang unik, masing-masing orang mempunyai latar belakang, pengalaman hidup dan cara menghadapi tekanan yang berbeda, sehingga tidak boleh dibandingkan antara satu pengguna layanan dengan pengguna layanan lain dalam hal apapun,” jelas Susilo Isnadi.(y0n)