Depan > Informasi Layak Anak > Baznas dan Muslimat NU Gelar Khitanan Massal Gratis

Baznas dan Muslimat NU Gelar Khitanan Massal Gratis

Reporter : Syamsul Akbar
BANTARAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo menggelar khitanan massal gratis, Rabu (1/6/2022) di Kantor PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo di Desa Tempuran Kecamatan Bantaran.

Khitanan massal gratis yang diikuti oleh 50 anak dari keluarga kaum dhuafa ini didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Probolinggo, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Probolinggo dan Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Kraksaan

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil, Camat Bantaran Saniwar dan Forkopimka Bantaran, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurhayati, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo Kiai Abdul Hamid, Sekretaris PC LKNU Kota Kraksaan Sugianto, Kepala Puskesmas Bantaran Radityo Utomo, Kepala Desa Tempuran Alisat serta sejumlah tokoh agama yang ada di wilayah Kecamatan Bantaran dan sekitarnya.

Saat khitanan massal dimulai, suara tangisan anak terdengar saling bersahutan. Beragam ekspresi terlihat mulai dari menarik-narik baju orang tuanya, sambil bermain handphone hingga orang tua yang tidak tega melihat anaknya dikhitan.

Namun hal tersebut terhenti ketika prosesi khitanan massal gratis selesai dilakukan. Terlebih ketika usai dikhitan mereka mendapatkan bingkisan berupa sarung, baju dan songkok.

Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil mengungkapkan khitan ini berkaitan dengan hal thaharah atau kesucian. Bagaimana Baznas ambil bagian untuk anak-anak yang sudah waktunya untuk khitan supaya bisa dilaksanakan khitan. Sebab kesucian ini menjadi suatu kunci pokok didalam orang beribadah.

“Anak ini mempunyai kewajiban untuk dikhitan dalam rangka kalau sudah baligh bisa melaksanakan kewajibannya, seperti sholat atau kewajiban-kewajiban yang lain. Salah satu syarat wajib untuk melaksanakan sholat itu harus suci. Kesucian itu diantaranya melalui khitan ini. Dengan adanya khitan ini paling tidak anak itu dijamin kesuciannya,” katanya.

Melalui kegiatan khitanan massal gratis ini Muzammil mengharapkan bagaimana supaya anak yang sudah dikhitan bisa menjadi anak yang sholeh dan dapat melaksanakan kewajiban ibadah dengan sempurna.

“Mudah-mudahan khitan ini bisa bermanfaat pada anak-anak yang nantinya setelah dewasa bermanfaat bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga kepentingan melaksanakan kewajibannya,” harapnya.

Sementara Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurhayati menyambut baik khitanan massal gratis yang terselenggara berkat kerja sama antara Muslimat NU Kabupaten Probolinggo dengan Baznas Kabupaten Probolinggo.

“Memang masyarakat itu sangat membutuhkan bantuan untuk khitanan massal ini. Sebenarnya pada awal bulan puasa itu kita sudah mendata lengkap, namun karena masuk bulan puasa, akhirnya baru kita laksanakan setelah hari raya Idul Fitri,” ujarnya.

Menurut Nurhayati, khitanan massal ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Desa Tempuran dan sekitarnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pendaftar hingga malam hari sebelum pelaksanaan khitanan massal. Namun karena sudah dijatah hanya 50 anak, maka pendaftar tersebut tidak diterima.

“Melalui khitanan massal ini kita juga ingin mengenalkan Kantor PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo kepada warga Desa Tempuran dan sekitarnya. Harapan ke depan, mungkin kerja sama ini bisa terjalin lebih baik karena memang masyarakat sangat membutuhkannya,” pungkasnya. (wan)