Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Perkuat Ranting Lewat Capacity Building

Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Perkuat Ranting Lewat Capacity Building

PROBOLINGGO – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Probolinggo mendorong penguatan organisasi hingga tingkat ranting melalui kegiatan Capacity Building bagi pengurus ranting dan majelis taklim, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo meningkatkan kapasitas kader, memperkuat tata kelola organisasi, sekaligus mendorong lahirnya program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Capacity building yang mengusung tema “Transformasi Organisasi Menuju Fatayat NU Berdaya: Menguatkan Tata Kelola, Menggerakkan Pemberdayaan, Memperluas Dampak” tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi pengurus ranting dan majelis taklim, khususnya dalam memperkuat tata kelola organisasi serta menyusun strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Kegiatan yang diikuti oleh pengurus dan anggota Fatayat NU di Kabupaten Probolinggo tersebut dihadiri narasumber Sekretaris PW Fatayat NU Jawa Timur Robiah Al Adawiyah. Ia menyampaikan materi “Penguatan Tata Kelola dan Administrasi Organisasi yang Profesional, Efektif dan Akuntabel” serta “Strategi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Majelis Taklim melalui Kolaborasi dan Penguatan Potensi Lokal”.

Materi tersebut menekankan pentingnya administrasi dan tata kelola organisasi yang tertib, efektif serta akuntabel. Peserta juga mendapatkan penguatan mengenai pentingnya membangun kolaborasi dan mengoptimalkan potensi lokal sebagai dasar pemberdayaan masyarakat.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Sofia mengatakan penguatan kapasitas pengurus menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang profesional, adaptif dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pengurus dan anggota Fatayat NU Kabupaten Probolinggo saat mengikuti kegiatan capacity building. (Foto : Fatayat NU)

“Kami ingin transformasi Fatayat NU tidak hanya terlihat dari sisi struktur organisasi, tetapi juga dari kualitas tata kelola dan kemampuan kader dalam menghadirkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas pengurus ranting dan majelis taklim menjadi bagian penting dari ikhtiar kami membangun Fatayat NU yang berdaya,” katanya.

Menurut Sofia, ranting dan majelis taklim memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, pengurus perlu memiliki kemampuan mengelola organisasi, membangun jejaring, membaca potensi lokal serta mengembangkan program pemberdayaan secara berkelanjutan.

“Majelis taklim jangan hanya menjadi ruang berkumpul dan menjalankan kegiatan rutin. Kita ingin majelis taklim juga menjadi ruang edukasi, kolaborasi dan pemberdayaan yang mampu menggerakkan potensi perempuan dan masyarakat di lingkungannya,” tambahnya.

Sofia berharap penguatan kapasitas tersebut tidak berhenti pada peningkatan pemahaman peserta. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan diterjemahkan menjadi inisiatif dan program di tingkat ranting serta majelis taklim.

“Ukuran keberhasilan kegiatan ini bukan hanya ketika peserta memahami materi, tetapi ketika setelah kembali ke wilayahnya masing-masing muncul inisiatif, kolaborasi dan program yang memberikan manfaat nyata. Dari sinilah kami ingin membangun Fatayat NU yang semakin kuat secara organisasi dan semakin luas dampaknya bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas kader dan pemberdayaan berbasis potensi lokal, PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo terus mendorong organisasi agar semakin kuat dari tingkat cabang hingga ranting serta mampu hadir menjawab kebutuhan masyarakat. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info