PROBOLINGGO – PC Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo memperkuat gerakan dakwah perempuan dengan melantik pengurus Forum Daiyah Fatayat (FORDAF) NU periode 2026–2030 sekaligus meluncurkan 99 Majelis Taklim Fatimah Zahra.
Pelantikan dan peluncuran tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Bromo View Probolinggo, Minggu (27/9/2026). Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti jajaran pengurus serta kader Fatayat NU Kabupaten Probolinggo.
Agenda tersebut turut dihadiri Sekretaris Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Timur Robiah Al Adawiyah dan Ketua FORDAF NU Nyai Rosyidah. Kehadiran jajaran Fatayat NU Jawa Timur dan FORDAF menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan gerakan dakwah perempuan di Kabupaten Probolinggo.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Sofia mengatakan keberadaan FORDAF NU diharapkan menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat peran daiyah perempuan dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat.

“Dakwah yang dikembangkan melalui FORDAF NU diarahkan agar tetap edukatif, santun dan mampu menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, daiyah perempuan tidak hanya berperan dalam penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam memberikan edukasi di tengah kehidupan sosial,” katanya.
Pelantikan pengurus FORDAF NU periode 2026–2030 menjadi bagian dari upaya membangun gerakan dakwah perempuan yang lebih terorganisasi dan berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo.
Pada momentum yang sama, PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo meluncurkan 99 Majelis Taklim Fatimah Zahra. Kehadiran majelis taklim tersebut diarahkan untuk memperluas ruang pembelajaran keagamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.
“Majelis Taklim Fatimah Zahra diharapkan dapat memperkuat peran perempuan dalam lingkungan keluarga maupun kehidupan sosial. Ruang pembelajaran berbasis masyarakat tersebut menjadi wadah bagi perempuan untuk memperoleh pengetahuan keagamaan sekaligus memperkuat interaksi sosial,” terangnya.

Pelantikan FORDAF NU dan peluncuran 99 Majelis Taklim Fatimah Zahra menjadi dua langkah yang berjalan beriringan. FORDAF NU diarahkan memperkuat kapasitas daiyah, sedangkan majelis taklim memperluas ruang pembelajaran keagamaan di tengah masyarakat.
“Melalui dua program tersebut, PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo mendorong agar gerakan dakwah perempuan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Penguatan kapasitas kader dan perluasan ruang pembelajaran diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Gerakan tersebut sekaligus menempatkan perempuan sebagai bagian penting dalam penyebaran pendidikan keagamaan yang santun, edukatif dan dekat dengan kehidupan masyarakat. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
