Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Dorong Kemandirian Organisasi

Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Dorong Kemandirian Organisasi

WONOMERTO – Penguatan kemandirian organisasi menjadi salah satu isu strategis yang mengemuka dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo yang digelar di Pondok Pesantren Al Barokah Kecamatan Wonomerto, Minggu (26/7/2026).

Dalam forum tersebut, Ketua Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Sofia menegaskan pentingnya membangun organisasi yang mandiri, profesional, adaptif dan berkelanjutan sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga Nahdlatul Ulama dan masyarakat.

Kehadiran Sofia dalam Muskercab I PCNU didampingi Sekretaris PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Nur Hasanah serta jajaran pengurus lainnya Nurul Jannah.

Muskercab I PCNU Kabupaten Probolinggo menjadi forum konsolidasi yang mempertemukan jajaran pengurus PCNU, badan otonom (banom) dan lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk merumuskan arah kebijakan serta program kerja organisasi pada masa khidmat mendatang.

Menurut Sofia, kemandirian organisasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola sumber daya, tetapi juga menyangkut kapasitas organisasi dalam berinovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kemandirian organisasi bukan hanya berbicara mengenai kemampuan mengelola sumber daya, tetapi juga bagaimana organisasi mampu terus tumbuh, berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik dalam menjalankan khidmat kepada jam’iyah dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, organisasi yang mandiri akan memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat. Karena itu, penguatan kelembagaan harus menjadi perhatian seluruh badan otonom di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Sinergi antar banom dan lembaga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program-program organisasi. Melalui kolaborasi yang kuat, setiap unsur di lingkungan PCNU dapat saling melengkapi sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” terangnya.

Sofia menegaskan Muskercab merupakan momentum strategis untuk menyusun kebijakan organisasi yang lebih responsif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Nahdlatul Ulama.

Ia berharap hasil pembahasan dalam Muskercab mampu melahirkan program kerja yang mampu menjawab kebutuhan umat sekaligus memperkuat peran organisasi dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pemberdayaan masyarakat hingga penguatan kapasitas kader.

“Kami berharap hasil Musyawarah Kerja Cabang ini mampu melahirkan program-program yang responsif terhadap kebutuhan umat serta memperkuat kolaborasi antarbanom dan lembaga sebagai satu kesatuan gerakan Nahdlatul Ulama yang semakin maju, mandiri dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Partisipasi aktif PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo dalam Muskercab I PCNU menjadi wujud komitmen organisasi untuk terus terlibat dalam proses pengambilan kebijakan dan penguatan kelembagaan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Probolinggo.

“Melalui forum ini kami berharap terbangun koordinasi yang semakin solid antar lembaga sehingga setiap program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi Nahdliyin. Penguatan kemandirian organisasi juga diharapkan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkokoh peran Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang terus berkontribusi bagi kemajuan umat dan daerah,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info