Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > BPBD Kabupaten Probolinggo Pastikan Karhutla Gunung Ringgit Mulai Terkendali

BPBD Kabupaten Probolinggo Pastikan Karhutla Gunung Ringgit Mulai Terkendali

SUKAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ringgit Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura mulai terkendali. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru pada Minggu (26/7/2026) malam, seluruh titik api sudah tidak lagi terlihat meski petugas tetap bersiaga mengantisipasi potensi kemunculan api baru.

Pemantauan dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo bersama BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, Pemerintah Desa Sapikerep dan masyarakat sekitar. Kegiatan dimulai sekitar pukul 22.17 WIB dengan titik pengamatan berada di Dusun II Kedampul Desa Sapikerep.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan hasil pemantauan menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Hingga pukul 21.30 WIB, petugas tidak lagi menemukan titik api di kawasan Gunung Ringgit.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemantauan bersama, pada pukul 21.30 WIB titik api sudah tidak terpantau. Kondisi ini menunjukkan kebakaran mulai terkendali, namun kami tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru,” katanya.

Menurut Oemar, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 4,5 hektare. “Vegetasi yang terbakar didominasi rumput kering, semak belukar dan pepohonan yang mudah terbakar akibat kondisi musim kemarau,” lanjutnya.

Meski api telah padam secara visual, BPBD Kabupaten Probolinggo belum menghentikan pengawasan. Tim gabungan masih disiagakan karena perubahan arah angin maupun bara api yang tersisa berpotensi memicu kebakaran kembali.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo bersama BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, Pemerintah Desa Sapikerep dan masyarakat sekitar melakukan pemantauan Karhutla Gunung Ringgit Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura. (Foto : BPBD)

“Pemantauan tetap kami lakukan secara berkala. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi benar-benar aman serta mencegah terjadinya kebakaran susulan di kawasan Gunung Ringgit,” jelasnya.

Hasil pemantauan pada Senin (27/7/2026) pagi juga menunjukkan kondisi yang semakin membaik. Tidak terlihat lagi asap yang keluar dari area kebakaran sehingga situasi dinilai relatif aman.

Oemar mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari TRC BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, Pemerintah Desa Sapikerep hingga masyarakat sekitar yang bersama-sama melakukan pemantauan sejak awal kejadian.

“Kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam memastikan perkembangan kebakaran dapat dipantau secara cepat, sehingga langkah antisipasi dapat segera dilakukan apabila muncul titik api baru,” terangnya.

Oemar juga menghimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang panas, kelembapan rendah dan angin kencang masih berpotensi memicu kebakaran hutan maupun lahan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” tegasnya.

BPBD memastikan pemantauan di kawasan Gunung Ringgit akan terus dilakukan hingga benar-benar dipastikan tidak ada lagi potensi kebakaran. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana untuk melindungi kawasan hutan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat di sekitar wilayah Kecamatan Sukapura selama musim kemarau 2026. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info