Thursday, October 8, 2026
Depan > Pemerintahan > Evaluasi Setahun Pemerintahan, Bupati Haris Tekankan Fase Percepatan dan Dampak Nyata 2026

Evaluasi Setahun Pemerintahan, Bupati Haris Tekankan Fase Percepatan dan Dampak Nyata 2026

KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor), evaluasi dan paparan progress pelaksanaan kegiatan Perangkat Daerah tahun 2026 di ruang pertemuan Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan ini diikuti seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto serta Ketua TP2D Kabupaten Probolinggo Khoirul Anwar.

Dalam arahannya, Bupati Haris mengatakan evaluasi satu tahun pemerintahan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan momentum refleksi menyeluruh untuk mengukur perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

“Evaluasi ini bukan hanya laporan angka di atas kertas. Kita ingin memastikan ada perubahan konkret yang dirasakan warga,” katanya.

Kepala OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo mengikuti rakorev dan paparan progres pelaksanaan kegiatan Perangkat Daerah tahun 2026. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Bupati Haris menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga mampu membangun tim dan menghadirkan inovasi.

“Kepala OPD itu adalah CEO di bidangnya masing-masing. Tidak cukup hanya pintar di bidang teknis, tetapi juga harus mampu mengelola manusia, membangun tim dan menghadirkan perubahan nyata,” jelasnya.

Evaluasi satu tahun pemerintahan ini lanjut Bupati Haris harus selaras dengan lima pilar visi pembangunan daerah diantaranya SAE Pemerintahan, SAE Ekonomi, SAE Pendidikan dan Kesehatan, SAE Infrastruktur dan SAE Sosial.

Ia meminta seluruh OPD menyampaikan laporan berbasis data terukur dan dampak langsung kepada masyarakat. “Semua OPD harus bicara dengan angka, bicara tentang dampak dan perubahan. Bukan hanya aktivitas,” lanjutnya.

Menurut Bupati Haris, membangun daerah tidak bisa hanya oleh Bupati dan OPD. Harus melibatkan masyarakat. Swadaya masyarakat harus kita apresiasi.

“Berani jujur terhadap kekurangan. Pemerintahan gagal bukan karena ada masalah, tapi karena tidak mau melihat masalah,” terangnya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris memimpin rakorev dan paparan progres pelaksanaan kegiatan Perangkat Daerah tahun 2026. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Bupati Haris menegaskan tahun pertama pemerintahan merupakan fase fondasi dan konsolidasi, sedangkan tahun kedua harus menjadi fase percepatan dan dampak nyata.

“Kita harus masuk fase percepatan dan impact. Bukan hanya kegiatan, tapi perubahan yang dirasakan warga. Saya meminta penguatan kolaborasi lintas OPD dan penghapusan ego sektoral,” tegasnya.

Selain evaluasi internal, Bupati Haris menekankan pentingnya strategi komunikasi publik. “Saya meminta setiap OPD memiliki tim kreatif untuk mendokumentasikan kinerja dan menyampaikannya melalui media yang terpusat di Dinas Kominfo,” lanjutnya.

Bupati Haris menegaskan pesan kunci kepada masyarakat dirumuskan dalam empat kalimat. “Kami mendengar. Kami bekerja. Kami masih berproses dan belajar. Dan kami akan berakselerasi,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info