Monday, April 22, 2024
Depan > Kesehatan > Dinkes Gelar Seminar Kesehatan dan Deteksi Dini Faktor Resiko PTM

Dinkes Gelar Seminar Kesehatan dan Deteksi Dini Faktor Resiko PTM

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar seminar kesehatan dengan tema “Optimalisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam Upaya Mencetak Generasi Emas” dan deteksi dini faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (28/8/2023).

Seminar kesehatan dan deteksi dini faktor resiko PTM ini diikuti oleh Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua TP PKK Desa dan pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko didampingi Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono dan narasmber ahli dr Muhammad Reza.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengungkapkan kondisi saat ini banyak bayi yang lahir dengan keadaan berat badannya rendah. Sampai bulan Juli 2023, terdapat 556 anak. Dari 556 anak, sebanyak 288 anak lahir sebelum waktunya.

“Optimalisasi kesehatan anak ditentukan sejak masih berada di dalam kandungan. Dimana ada sejumlah hal yang perlu dilakukan guna mengoptimalkan kesehatan,” ujarnya.

Menurut Shodiq, dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan perlu melakukan pemeriksaan dan mengikuti anjuran-anjuran dari pihak kesehatan. Misalnya bagaimana pemeriksaan bayi di triwulan pertama sampai ketiga.

“Saat ini di setiap puskesmas di Kabupaten Probolinggo telah memiliki USG. Ibu hamil di triwulan pertama ini pasti akan kami lakukan USG. Begitupun pada triwulan ketiga,” jelasnya.

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko mengatakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan 1000 hari pertama usia anak dimana perkembangan otak terjadi sangat pesat.

“1000 HPK dimulai sejak terbentuknya janin pada masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Periode ini disebut juga sebagai periode emas, dimana pada masa inilah stunting dapat terjadi sekaligus dapat dicegah,” katanya.

Istri Plt Bupati Probolinggo ini menjelaskan untuk mengoptimalkan 1000 HPK maka seorang ibu perlu mempersiapkan diri sejak masih usia remaja. Dimana para remaja putri harus mengkonsumsi makanan bergizi dan menjaga kesehatannya.

“Saat kehamilan hingga anak berusia 2 tahun ibu dapat mengoptimalkan periode emas dengan memberikan ASI eksklusif, berikan MP-ASI yang adekuat, berikan kasih sayang, perhatian dan rasa aman, berikan stimulasi yang tepat dan pastikan imunisasi lengkap,” jelasnya.

Menurut Nunung, seorang ibu untuk dapat memberikan kasih sayang, perhatian dan rasa aman pada anak dan keluarganya juga harus terpelihara kesehatannya. “Menjaga kesehatan ibu merupakan salah satu hal penting untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga, karena dengan ibu yang sehat maka dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik,” terangnya.

Nunung menerangkan penyakit dibedakan menjadi penyakit menular dan Penyakit Tidak Menular (PTM). Penyakit menular seperti flu lebih mudah disadari karena gejala yang muncul dengan jelas sedangkan untuk PTM sering kali gejalanya dirasakan setelah di fase akhir dan memerlukan pengobatan yang lebih lama.

“Untuk mencegah PTM diperlukan deteksi dini faktor resiko PTM terutama pada usia produktif (15-59 tahun). Dengan usia produktif yang sehat diharapkan kualitas hidup juga meningkat. Mari kita semangat dan optimis untuk meningkatkan derajat kesehatan yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga kita,” pungkasnya. (wan)