Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > DWP Disdikdaya Kecamatan Kraksaan Gelar Beauty Class

DWP Disdikdaya Kecamatan Kraksaan Gelar Beauty Class

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kecamatan Kraksaan menggelar beauty class in colaboration with Inez di aula SDN Semampir 1 Kecamatan Kraksaan, Sabtu (27/5/2023).

Beauty class yang diikuti oleh perwakilan pengurus dan anggota DWP Disdikdaya dari semua lembaga SD dan SMP negeri di wilayah Kecamatan Kraksaan ini dihadiri oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdaya Kecamatan Kraksaan Sofiah Hastuti, Ketua DWP Disdikdaya Kecamatan Kraksaan serta narasumber Beauty Colsultant Inez Cosmetic Surabaya Dewi Fitri dan perawatan dari dalam melalui jamu fresh rimpang drink oleh Valentina Retnarahayu.

Ketua DWP Disdikdaya Kecamatan Kraksaan Hj. Rubiyati mengungkapkan kegiatan ini bertujuan bagaimana para anggota DWP Disdikdaya Kecamatan Kraksaan bisa bermake up secara benar dan mendapatkan ilmu yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya nanti para anggota DWP bisa tampil cantik dan menarik, terutama bagi suaminya di rumah. Selain itu untuk dirinya sendiri yang juga perlu dihargai dan dimotivasi,” ujarnya.

Sementara Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Kraksaan Sofiah Hastuti selaku Pembina DWP Disdikdaya Kecamatan Kraksaan mengatakan untuk beauty class ini DWP Disdikdaya Kecamatan Kraksaan bekerja sama dengan Inez. Selain itu juga ada pengolahan membuat jamu sebagai inner beauty.

“Disini ramuan itu bagus untuk ibu-ibu, utamaya yang sering mengeluh keputihan karena banyak aktifitas. Diharapkan selain cantik dari luar juga cantik dari dalam. Terkait isu-isu kekinian nanti kita masukkan dalam program yang sesuai dengan program DWP di program seksi pendidikan, seksi ekonomi dan sosial budaya,” katanya.

Menurut Sofi, beauty class dan inner beauty ini sangat penting sekali. Sebab diharapkan guru itu harus tampil seutuhnya fresh dan tampil energik. Paling tidak di depan murid, guru itu tidak seperti orang loyo.

“Dengan demikian, guru selalu menampilkan dirinya tampil maksimal cantik. Dalam artian bukan cantik berlebihan namun cantik yang menyesuaikan dengan kondisi. Di depan siswa tidak berlebihan dalam bermake upnya. Sebab terkadang ada guru yang sama sekali tanpa make up,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini Sofi mengharapkan guru-guru terutama anggota DWP bisa menerapkan pada dirinya sendiri. “Sebab itu kebutuhan diri dan menampilkan diri di depan umum dan depan siswa terutama di rumah di depan keluarganya,” pungkasnya. (wan)