Tuesday, June 25, 2024
Depan > Kemasyarakatan > DPUPR dan DPU SDA Jatim Survey Kerusakan Dampak Banjir Dringu dan Tongas

DPUPR dan DPU SDA Jatim Survey Kerusakan Dampak Banjir Dringu dan Tongas

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) SDA Provinsi Jawa Timur melakukan survey kerusakan dampak banjir yang terjadi di Kecamatan Dringu dan Tongas, Senin (13/2/2023).

Survey ini dilakukan di 3 (tiga) titik lokasi terdampak banjir. Yakni, Dusun Bandaran Desa Dringu Kecamatan Dringu, Dusun Gandean Desa Dringu Kecamatan Dringu dan Desa Tanjungrejo Kecamatan Tongas.

Kegiatan ini diawali dengan melakukan survey kerusakan dampak banjir di Dusun Bandaran Desa Dringu Kecamatan Dringu. Disini, petugas dari DPUPR Kabupaten Probolinggo dan DPU SDA Jatim melakukan rekapitulasi kerusakan dampak banjir.

Kepala DPUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air Asrul Bustami mengatakan akibat besarnya debit dan derasnya aliran air pada Sungai Kedunggaleng di Dusun Bandaran Desa Dringu mengakibatkan terjadinya gerusan air pada tanggul sungai.

“Gerusan air pada tanggul sungai menyebabkan pasangan bronjong mengalami guling (sliding) yang menyebabkan pasangan parapet sepanjang 30 meter yang ada di atasnya juga ikut roboh,” katanya.

Asrul menjelaskan solusi jangka pendek yang harus dilaksanakan untuk memperkuat tanggul sungai dengan membangun pasangan bronjong dengan kedalaman pondasi yang cukup. Dengan dipasangnya pasangan bronjong, maka kemungkinan tergerusnya tanggul sungai dapat teratasi.

“Untuk rencana jangka panjang, pihak Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur akan melakukan kegiatan normalisasi pada hilir sungai Kedunggaleng untuk mengembalikan kapasitas tampungan sehingga tidak terjadi luapan air ke permukiman warga,” jelasnya.

Sementara di Dusun Gandean Desa Dringu Kecamatan Dringu terang Asrul, besarnya debit dan derasnya aliran air mengakibatkan terjadinya gerusan air pada tanggul sungai sehingga menyebabkan tanah pada tanggul sungai mengalami longsor sepanjang 15 meter.

“Untuk solusi jangka pendek yang harus dilaksanakan adalah memperkuat tanggul sungai dengan membangun pasangan bronjong dengan kedalaman pondasi yang cukup,” tegasnya.

Dengan dipasangnya pasangan bronjong jelas Asrul, kemungkinan tergerusnya tanggul sungai dapat teratasi. “Untuk rencana jangka panjang, pihak Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur akan melakukan kegiatan normalisasi pada hilir sungai Kedunggaleng untuk mengembalikan kapasitas tampungan sehingga tidak terjadi luapan air ke permukiman warga,” ungkapnya.

Sedangkan di Desa Tanjungrejo Kecamatan Tongas ungkap Asrul, besarnya debit dan derasnya aliran air pada saluran sekunder Kluwih mengakibatkan terjadinya gerusan air pada tanggul sungai sehingga menyebabkan tanah pada tanggul sungai mengalami longsor sepanjang 6 meter.

“Solusi jangka pendek yang harus dilaksanakan untuk memperkuat tanggul sungai dengan memasang karung plastik pada tanggul yang roboh tersebut. Dengan solusi tersebut maka air tidak akan mengalir ke lahan warga,” pungkasnya. (wan)