Tuesday, May 21, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Diperta Lakukan Pendataan SKKHK 1443 Hijriyah Dalam Masa Wabah PMK

Diperta Lakukan Pendataan SKKHK 1443 Hijriyah Dalam Masa Wabah PMK

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo melakukan pendataan Surat Keterangan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK) 1443 Hijriyah dalam masa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Dasar hukum kegiatan ini Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan Juncto UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan, Permentan Nomor 114 Tahun 2014 Tentang Pemotongan Hewan Kurban dan Permentan Nomor 48 Tahun 2016 Tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting,

Selanjutnya, Surat Edaran Menteri Pertanian Nomor 01/SE/PK.300/M/5/2022 Tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Ternak, Surat Edaran Menteri Pertanian Nomor 03/SE/PK.300/M/5/2022 Tentang Pelaksanaan Kurban dan Pemotonan Hewan dalam Situasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease) dan Surat Edaran Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 05254/SE/PK.300/F/05/2022 Tentang Petunjuk Teknis Pengamatan dan Pengidentifikasian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),

Kemudian, Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/362/KPTS/013/2022 Tentang Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease) serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor :32 Tahun 2022 Tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Kondisi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku.

Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan sejak tanggal 24 Juni hingga 9 Juli 2022, terdapat 1.274 ternak kurban yang dikirimkan dari Kabupaten Probolinggo dengan tujuan Kabupaten Malang, Sidoarjo, Surabaya bahkan Kota Probolinggo .

“Ternak kurban yang dikirimkan ke luar Kabupaten Probolinggo terdiri dari sapi jantan sebanyak 1.174 ekor dan kambing jantan sebanyak 100 ekor. Semua dalam kondisi sehat saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas teknis peternkan kecamatan maupun dokter hewan penyelia,” katanya.

Menurut Niko, persyaratan keluarnya SKKHK dari Kabupaten Probolinggo ke kabupaten/kota tujuan adalah rekomendasi pemasukan ternak kurban dari kabupaten/kota tujuan dan pemeriksaan teknis ternak oleh petugs teknis peternakan kecamatan maupun dokter hewan pemeriksa.

“Apabila dinyatakan sehat oleh petugas teknis peternakan kecamatan maupun dokter hewan pemeriksa maka pejabat otoritas veteriner Kabupaten Probolinggo akan mengeluarkan SKKHK,” jelasnya.

Niko mengharapkan pelaku usaha mengikuti aturan yang berlaku lalu lintas ternak saat wabah PMK. “Pelaku usaha selalu berkoordinasi dengan dinas yang menangani peternakan dan kesehatan hewan kabupaten/kota tujuan maupun kabupaten/kota asal ternak,” terangnuya.

Lebih lanjut Niko menegaskan dari hasil pemantauan diketahui masih ada pelaku usaha yang tidak mencukupi aturan lalu lintas ternak saat wabah PMK. “Kami memberikan edukasi kepada para pemilik ternak agar selalu menjaga hiegine sanitasi pada saat wabah PMK,” pungkasnya. (wan)