Depan > Pendidikan > Doakan Korban Cepat Sembuh, Siswa SMPN 1 Pajarakan Doa dan Dzikir Bersama

Doakan Korban Cepat Sembuh, Siswa SMPN 1 Pajarakan Doa dan Dzikir Bersama

Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Untuk mendoakan teman-temannya yang menjadi korban ambruknya jembatan gantung di Desa Kregenan Kecamatan Kraksaan supaya lekas sehat kembali, siswa dan guru SMP Negeri 1 Pajarakan melakukan doa dan dzikir bersama, Sabtu (10/9/2022) pagi.

Kegiatan doa dan dzikir bersama ini dilakukan oleh ratusan siswa dan puluhan guru di halaman SMPN 1 Pajarakan sekitar pukul 07.00 hingga pukul 08.30 WIB.

Kepala SMP Negeri 1 Pajarakan Arif Syamsul Hadi mengatakan doa dan dzikir bersama ini dilakukan agar musibah yang menimpa SMPN 1 Pajarakan tidak terulang kembali. “Semoga ada hikmah dibalik peristiwa ini,” katanya.

Menurut Arif, semula pihaknya memang berencana untuk masuk sekolah seperti biasa. “Namun lambat laun, timbul fikiran agar bisa membantu para siswa yang menjadi korban bisa segera sembuh melalui doa,” jelasnya.

Seperti diketahui, pada Jum’at (9/9/2022) lalu SMPN 1 Pajarakan melakukan jalan sehat memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2022. Jalan sehat itu diikuti ratusan siswa bersama guru pendamping. Salah satu rutenya termasuk melalui jembatan gantung di Desa Kregenan.

Saat rombongan jalan sehat melintas, jembatan gantung di Desa Kregenan tersebut ambruk. Puluhan pelajar dan guru terjatuh ke sungai di bawah jembatan. Belasan orang sempat dilarikan ke RSUD Waluyo Jati, Kraksaan karena mengalami luka serius.

Menurut Arif, sejatinya pihak sekolah sudah melakukan briefing kepada seluruh siswa sebelum berangkat jalan sehat itu. Pengecekan jalur di jembatan gantung tersebut juga sudah dilakukan. Bahkan sesampai di jembatan pihaknya juga sudah mengatur siswa agar bergantian saat menyeberang.

Hanya saja kondisi saat itu siswa tetap menerobos. Apalagi guru yang jumlahnya lebih sedikit tidak mampu menahan sejumlah siswa. Alhasil siswa secara bergerombolan menyebrang di jembatan tersebut. “Guru yang mengatur sampai habis suaranya karena berteriak untuk menyuruh siswa bergantian,” katanya. (wan)