Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > DKUPP Kabupaten Probolinggo Perkuat Daya Saing Gula Aren Melalui Program Communal Branding

DKUPP Kabupaten Probolinggo Perkuat Daya Saing Gula Aren Melalui Program Communal Branding

TIRIS – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur memperkuat pengembangan komoditas gula aren melalui workshop peningkatan kualitas produk communal branding palm sugar di aula Rengganis 2 Tiris Adventure Resort Desa Segaran Kecamatan Tiris, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM gula aren, pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Segaran Kecamatan Tiris serta pengurus Koperasi Pemasaran Pelita Argopuro Kecamatan Krucil. Workshop menghadirkan narasumber dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi peningkatan produktivitas gula aren, penguatan rantai pasok, diversifikasi produk hingga kebijakan pemberdayaan koperasi dan UMKM guna meningkatkan nilai tambah serta memperluas akses pemasaran.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan pengembangan communal branding palm sugar selaras dengan program prioritas SAE Ekonomi yang menjadi salah satu fokus pembangunan Kabupaten Probolinggo. Kecamatan Krucil dan Kecamatan Tiris dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memiliki potensi besar dalam produksi gula aren, baik dari sisi bahan baku maupun kapasitas usaha masyarakat.

Puluhan pelaku UMKM gula aren, pengurus KDMP Desa Segaran Kecamatan Tiris dan pengurus Koperasi Pemasaran Pelita Argopuro Kecamatan Krucil mengikuti workshop peningkatan kualitas produk communal branding palm sugar. (Foto : DKUPP)

“Program communal branding palm sugar ini sejalan dengan visi penguatan ekonomi daerah. Kecamatan Krucil telah memiliki rumah produksi gula aren hasil pembinaan yang mampu memproduksi sekitar 30 kilogram gula semut per hari. Sementara Kecamatan Tiris menjadi sentra bahan baku karena 12 dari 16 desanya merupakan penghasil gula aren,” katanya.

Sugeng menjelaskan pengembangan kedua wilayah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang saling mendukung, mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi hingga pemasaran produk secara lebih luas.

“Desa Tlogosari Kecamatan Tiris telah menetapkan gula aren sebagai produk unggulan desa melalui konsep One Village One Product, sehingga menjadi modal penting dalam penguatan identitas produk lokal,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Arina Nur Fauziyah menyampaikan sektor koperasi dan UMKM memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto dan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Arina Nur Fauziyah bersama narasumber dan peserta workshop peningkatan kualitas produk communal branding palm sugar. (Foto : DKUPP)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, perekonomian Provinsi Jawa Timur pada 2025 tumbuh sebesar 5,33 persen atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi koperasi dan UMKM terhadap perekonomian Jawa Timur juga mencapai lebih dari 60 persen.

“Kecamatan Krucil dan Tiris memiliki potensi besar sebagai sentra gula aren. Karena itu, kami ingin meningkatkan daya saing produk melalui diversifikasi, penguatan rantai pasok dan pengembangan communal branding sehingga produk lokal memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” ujarnya.

Arina menjelaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan berbagai fasilitas pendukung bagi koperasi dan UMKM, mulai dari desain kemasan, akses pembiayaan, sertifikasi halal, pendaftaran merek, uji laboratorium hingga perluasan pemasaran secara luring maupun daring.

“Kami berharap pendampingan ini mampu meningkatkan kapasitas koperasi dan UMKM pengolah gula aren sehingga produktivitas meningkat, kualitas produk semakin baik dan communal branding palm sugar Kabupaten Probolinggo semakin dikenal di pasar yang lebih luas,” harapnya.

Salah satu narasumber memberikan materi dalam workshop peningkatan kualitas produk communal branding palm sugar. (Foto : DKUPP)

Sebagai tindak lanjut workshop ini, peserta akan memperoleh pendampingan intensif selama empat bulan, mulai Juli hingga Oktober 2026 oleh tenaga ahli dan pendamping profesional.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis komoditas gula aren mampu menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat di wilayah sentra produksi. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info