Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > DKUPP Kabupaten Probolinggo Perkuat Communal Branding Gula Aren Lewat Diversifikasi Produk dan Pemasaran Digital

DKUPP Kabupaten Probolinggo Perkuat Communal Branding Gula Aren Lewat Diversifikasi Produk dan Pemasaran Digital

PROBOLINGGO – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur terus mendorong penguatan gula aren sebagai produk unggulan daerah berbasis kearifan lokal.

Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan berkelanjutan di sentra produksi gula aren Kecamatan Tiris dan Krucil, Rabu (30/9/2026). Pendampingan menjadi bagian dari pengembangan program Communal Branding Palm Sugar untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk gula aren.

Tenaga Ahli Program Communal Branding Palm Sugar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Rahmad Cahyadi mengatakan pendampingan kali ini diarahkan pada diversifikasi produk, penguatan identitas merek serta pemanfaatan pemasaran digital.

“Pelaku UMKM didorong untuk mengembangkan berbagai varian gula aren yang memiliki nilai tambah. Dengan demikian, produk tidak hanya dipasarkan dalam bentuk tradisional, tetapi dapat menyasar segmen pasar yang lebih luas serta menyesuaikan kebutuhan konsumen,” katanya.

Selain pengembangan produk terang Rahmad, penguatan identitas merek menjadi bagian penting dalam program tersebut. “Strategi pemasaran digital didorong agar produk gula aren dari Kabupaten Probolinggo memiliki jangkauan pasar yang lebih luas,” jelasnya.

JF Pengawas Koperasi Ahli Muda DKUPP Kabupaten Probolinggo Mochamad Iqbal Mahardiyani saat mendampingi Tenaga Ahli Program Communal Branding Palm Sugar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Rahmad Cahyadi. (Foto : DKUPP)

Sementara Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto melalui JF Pengawas Koperasi Ahli Muda Mochamad Iqbal Mahardiyani menyampaikan program pendampingan tidak hanya berfokus pada tampilan kemasan maupun logo produk.

Menurut Iqbal, pengembangan Communal Branding diarahkan untuk membangun ekosistem bisnis gula aren secara menyeluruh. Hal itu mencakup penguatan kelembagaan petani dan koperasi, peningkatan kualitas bahan baku, pengolahan pascapanen, standardisasi mutu, inovasi produk hingga perluasan akses pasar melalui strategi pemasaran digital.

“Yang kita bangun bukan hanya merek, melainkan ekosistem bisnis bersama. Ada kualitas produk, standar produksi, kelembagaan, kemasan, pemasaran hingga kemampuan memenuhi permintaan pasar,” ujarnya.

Iqbal menerangkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi gula aren sebagai produk khas daerah.

“Melalui pengembangan produk dan perluasan pemasaran, program Communal Branding juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi gula aren, memperluas pasar bagi pelaku UMKM serta meningkatkan pendapatan para perajin,” terangnya.

Pada akhirnya, penguatan tersebut diharapkan dapat mendorong gula aren Probolinggo menjadi produk unggulan daerah yang memiliki daya saing lebih luas sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Probolinggo SAE. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info