Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Bersih-Bersih Sungai di Desa Taman, Ning Hani Soroti Sampah Popok Sekali Pakai

Bersih-Bersih Sungai di Desa Taman, Ning Hani Soroti Sampah Popok Sekali Pakai

PAITON – Tumpukan sampah rumah tangga, terutama popok sekali pakai masih ditemukan di aliran Sungai Desa Taman Kecamatan Paiton. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan bersih-bersih sungai yang melibatkan pemerintah, kader PKK dan komunitas peduli lingkungan, Selasa (8/9/2026) sore.

Kegiatan yang digelar di sekitar Jembatan Kali Taman ini diikuti Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo sekaligus Founder Komunitas Jenggala Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Mishul Sauliyah Fitriawati, TP PKK Desa Taman beserta kader serta Komunitas Pena Hijau dan Jenggala.

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo sekaligus Founder Komunitas Jenggala Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi untuk menjaga kebersihan sungai sekaligus mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

“Hari ini kita diajak oleh Komunitas Pena Hijau dalam kegiatan bersih-bersih aliran Sungai Desa Taman Kecamatan Paiton. Kegiatan ini berkolaborasi bersama DLH Kabupaten Probolinggo, TP PKK Desa Taman beserta para kader,” katanya.

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ bersama Kader PKK Desa Taman Kecamatan Paiton. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

Menurut Ning Hani, kondisi sungai masih banyak ditemukan sampah rumah tangga, terutama popok sekali pakai. Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan karena sampah yang dibuang ke sungai dapat mengganggu aliran air dan menimbulkan berbagai persoalan lingkungan.

“Ini tentu sangat miris. Semoga nantinya semakin banyak masyarakat, terutama anak muda yang tertarik untuk tergerak dalam komunitas peduli lingkungan. Isu lingkungan memang kurang begitu populer di kalangan anak muda, padahal ini sangat penting,” jelasnya.

Ning Hani menambahkan, lingkungan yang bersih menjadi salah satu dasar dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Upaya pengentasan stunting dan permasalahan lainnya akan lebih mudah dilakukan apabila dimulai dari lingkungan yang sehat dan bersih.

Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Probolinggo Mishul Sauliyah Fitriawati mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan bersama komunitas dan TP PKK Desa Taman.

Proses pembersihan sampah di aliran sungai Desa Taman Kecamatan Paiton. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

“Kami sangat senang dengan adanya kolaborasi ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering digelar bersama komunitas, sehingga sungai-sungai dapat terbebas dari sampah, terutama sampah popok yang masih cukup tinggi dibuang masyarakat ke sungai,” ujarnya.

Selain melakukan pembersihan, DLH Kabupaten Probolinggo juga memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar agar tidak membuang sampah ke sungai. Dalam kegiatan tersebut, petugas dan peserta berhasil mengumpulkan sekitar 40 kantong sampah.

“Selanjutnya sampah ini akan kami bawa ke TPS Paiton untuk dikelola dan dipilah. Sampah residu nantinya akan kami kelola lebih lanjut ke TPA,” terangnya.

Founder Komunitas Pena Hijau Taufiqur Rohim mengatakan komunitas tersebut baru berdiri sekitar dua bulan. Pena Hijau terbentuk dari keresahan para pemuda melihat kondisi sungai yang dipenuhi sampah hingga mengganggu aliran air.

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ bersama DLH Kabupaten Probolinggo dan Komunitas Peduli Lingkungan. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

“Meski tergolong baru, kami terbentuk karena keresahan pemuda melihat sungai-sungai penuh sampah sehingga tidak dapat mengalir dengan baik. Saat ini kami fokus di tiga kecamatan, yakni Pakuniran, Paiton dan Kotaanyar,” katanya.

Taufiq menjelaskan, kegiatan bersih-bersih lingkungan dilakukan secara rutin satu minggu sekali. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Taman yang telah memberikan izin kepada komunitas untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi budaya masyarakat untuk menjaga lingkungan, terutama kebersihan sungai. Kami ingin desa-desa aman dari bencana banjir dan persoalan lingkungan lainnya,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, kolaborasi pemerintah, PKK dan komunitas diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam gerakan peduli lingkungan.

Penulis : Haryo Rusdianto Susilo
Editor : Tim Bromo Info