Depan > Kemasyarakatan > DKUPP Berikan Pelatihan Ketrampilan Pembuatan Kue

DKUPP Berikan Pelatihan Ketrampilan Pembuatan Kue

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan ketrampilan pembuatan kue di aula KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo, Selasa dan Rabu (22-23/11/2022).

Kegiatan yang diikuti oleh 40 orang peserta dari masyarakat di Kecamatan Dringu ini dibuka secara resmi oleh Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto didampingi anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Fraksi Golkar Wahid Nurrahman dan sejumlah narasumber.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan pelatihan ketrampilan pembuatan kue ini digelar dengan tujuan untuk mengembangkan minat dan motivasi masyarakat untuk terjun ke dunia wirausaha, menumbuhkan wirausaha baru, memberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengembangan tata kelola usaha, produksi dan pemasaran serta meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Probolinggo.

“Selain membuat suatu produk, lebih penting lagi kita harus memikirkan bagaimana cara kita dalam memasarkan produknya. Kita harus pintar-pintar memilih dari segi mana memasarkan produk, baik melalui offline maupun online,” katanya.

Dalam strategi pemasaran produk UKM jelas Anung, seorang pelaku usaha harus mengetahui keinginan dari konsumen sehingga bisa menghadirkan produk yang diinginkan oleh para konsumen.

“Untuk itu perlu dilakukan evaluasi produk dengan cara melakukan inovasi demi mendapatkan produk terbaik. Salah satunya dengan memaksimalkan media digital sebagai sarana pemasaran online,” tegasnya.

Sementara anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Wahid Nurrahman menyampaikan saat ini usaha apa saja bisa maju asalkan orangnya bisa kreatif dan mempunyai inovasi. “Jadi jangan hanya mempunyai pandangan bisa membuat kue dan dijual begitu saja. Sekarang sudah zamannya online. Manfaatkan media digital ini untuk memasarkan produk kue yang dihasilkan untuk bisa menarik konsumen,” ujarnya.

Wahid kemudian mencontohkan temannya yang awalnya hanya berjualan kue sederhana, tetapi sekarang sudah laris manis karena memanfaatkan media sosial dalam menawarkan produknya secara lebih luas.

“Jadi dia berjualannya di rumah sambil berjualan secara online. Sekarang sudah banyak yang datang ke rumahnya. Dalam satu bulan, pendapatannya bisa melebihi gaji pegawai. Padahal hanya penjual kue. Padahal kalau dijual biasa, saya yakin tidak akan laku keras. Oleh sebab itu, seorang pengusaha harus bisa memanfaatkan media digital,” jelasnya.

Lebih lanjut Wahid mengharapkan dari puluhan orang yang dilatih ini seandainya pasca pelatihan malas memulai berusaha membuat kue dan menjualnya, minimal saat hari raya tidak perlu membeli kue. Karena sudah bisa membuat kue sendiri.

“Sebenarnya banyak peluang di era sekarang, berusaha di rumah sambil berjualan dari rumah dengan memanfaatkan media online. Selama ini, dari hasil pelatihan itu jarang yang tidak jadi. Minimal nantinya 10 orang betul-betul bisa menjadi pengusaha. Kuncinya, harus ada kemauan dan semangat. Kalau masalah modal nanti bisa mengikuti,” pungkasnya. (wan)