Monday, April 19, 2021
Depan > Kemasyarakatan > DKPP Kenalkan Varietas Tembakau Paiton 3, 4 dan 5 Sebagai Benih Unggul

DKPP Kenalkan Varietas Tembakau Paiton 3, 4 dan 5 Sebagai Benih Unggul

Reporter : Sony Wahyu Wirawan
DRINGU – Sebagai tindak lanjut dari pelepasan varietas benih unggul tembakau Paiton 3, Paiton 4 dan Paiton 5 oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia pada tahun 2019, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo melakukan diseminasi kepada para petani yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Setelah pelepasan varietas Paiton 3, Paiton 4 dan Paiton 5, kami melakukan diseminasi berupa sosialisasi agar masyarakat tahu benih bina yang sudah dilepas menjadi benih unggul yang ada di wilayah 7 kecamatan potensi tembakau,” kata Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono melalui Kepala Bidang Perkebunan Nurul Komaril Asri.

Dalam diseminasi ini dilakukan demplot tanaman tembakau untuk benih unggul varietas Paiton 3, Paiton 4 dan Paiton 5 di Kelompok Tani Karya Bakti II Desa Klampokan Kecamatan Besuk. Serta proses perbenihan di penangkar benih tembakau yang ada di Desa Sindetanyar Kecamatan Besuk, Desa Rawan dan Kedungcaluk Kecamatan Krejengan serta Desa Bucor Kulon Kecamatan Pakuniran.

“Kegiatan demplot dan perbenihan tembakau untuk benih unggul varietas Paiton 3, Paiton 4 dan Paiton 5 ini dilakukan bersamaan. Karena benihnya ini berasal dari penjenis yang berasal dari Balittas Malang. Jadi bersamaan, ada yang khusus perbenihan dan demplot yang analisanya lebih lengkap sampai produksi tiap varietas,” jelasnya.

Menurut Nurul, kalau diseminasi ini hanya sosialisasi saja yang intinya varietas tersebut sudah dilepas, sudah ditanam dan nanti didiskripsikan. Jadi kerja samanya dari Balittas (Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat) Malang dan UPT Sertifikasi dan Pengawasan Benih Perkebunan.

“Kalau perbenihan untuk persiapan tanam di tahun 2021 dengan proses perbenihan yang sudah terstandarisasi. Jadi bagaimana membuat benih tembakau yang baik. Selama ini khan benihnya asal-asalan. Mulai cabutan maupun beli di pinggir jalan yang tidak jelas asal usulnya,” ujarnya.

Dalam perbenihan ini terang Nurul, pihaknya mengajari petani untuk membuat benih sendiri. Otomatis karena ini barang baru karena baru dilepas, kemudian melakukan diseminasi untuk mengenalkan kepada petani dan sekaligus dibenihkan untuk persiapan tanam di tahun 2021.

“Tapi bukan sekedar perbenihan biasa, namun perbenihan yang sudah terstandarisasi. Jadi perbenihan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan perbenihan tembakau,” terangnya.

Nurul mengharapkan petani menanam tembakau yang sudah menjadi benih unggul lokal. Selain itu, petani sudah bisa membenihkan sendiri dan tidak perlu mencari benih yang tidak jelas masa lalunya.

“Kalau benih yang sudah dilepas menjadi benih unggul, petani sudah bisa memprediksi dari awal hasil produksi yang akan diperolehnya. Tetapi kalau benih tidak jelas petani tentu masih akan meraba-raba sesuatu yang masih belum pasti,” tegasnya.

Dengan adanya benih unggul lokal ini tambah Nurul, petani bisa lebih percaya diri pada hasil kearifan lokal sumberdaya lokal. “Petani akan lebih percaya diri mempunyai kekayaan lokal berupa benih unggul yang sudah mengantongi SK Menteri Pertanian. Selama ini campur aduk, bisa jadi banyak tanaman yang persis dan ditanam oleh beberapa daerah,” pungkasnya. (n0z)

cww trust seal